Meski pengusutan kasus tersebut telah tuntas, Densus 88 masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan lainnya terjadi.
Guna mengantisipasi setiap potensi ancaman yang dapat mengganggu keamanan masyarakat,”
ujar Mayndra.
Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyampaikan pelaku mengaku hanya iseng mengirim pesan teror bom itu ke seorang guru dan staf tata usaha (TU) sekolah.
Motif dari pelaku sementara hasil dari permintaan keterangan yang bersangkutan hanya sifatnya iseng saja,”
kata Iman, Senin, 13 Juli 2026.
Adapun Kapolsek Jagakara Kompol Nurma Dewi menyampaikan dari hasil penelusuran tim gabungan selama empat jam tak menemukan objek yang diduga bom seperti pesan teror pelaku.
Dari Gegana, Densus 88, BNPT kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info. Setelah selesai dinyatakan aman,”