Polda Metro Jaya menyinggung potensi terjadinya tindak pidana korupsi pada kasus pembayaran jasa reproduksi dan penyebaran konten hoaks dengan menjerat sembilan orang tersangka.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin mengatakan, para tersangka bisa dijerat pasal pidana korupsi jika terbukti adanya keterlibatan penyalahgunaan keuangan negara atau keuangan daerah.
Apabila ditemukan adanya penggunaan, pengelolaan atau penyalahgunaan keuangan negara atau keuangan daerah yang berkaitan dengan pembiayaan pembuatan maupun penyebarluasan konten,”
ujar Iman saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat 7 Agustus 2026.
Pasal Berlapis

Bukan hanya terancam pidana korupsi, para tersangka juga berpotensi melanggar Undang-undang perlindungan data pribadi bila bahan atau konten yang digunakan menggunakan data pribadi orang lain.






