YouTuber Muhammad Jannah alias Bigmo mengaku spontan saat live streaming hingga berujung melibatkan anak mempromosikan liquid vape dalam kontennya.
Kuasa hukum Bigmo, Sangun Ragahdo, menjelaskan kliennya sudah sering melakukan live streaming tanpa menggunakan skrip dan secara spontan.
Live streaming Mo ini sendiri kan sudah berjalan beberapa kali, ini bukan yang pertama. Dalam live streaming tersebut selalu spontan, tidak pernah ada yang namanya skrip,”
ujar Ragahdo di Polda Metro Jaya, Senin, 10 Agustus 2026.
Lebih lanjut Ragahdo menjelaskan, Bigmo kerap melakukan live streaming dengan spontan di lokasi yang ramai, termasuk saat berada di pasar.
Ragahdo menyebut, saat kejadian Bigmo didampingi dua temannya untuk live di konten YouTube-nya tanpa ada persiapan khusus atau skenario tertentu.
Begitu pula saat menyebutkan salah satu merek liquid vape juga spontan. Ragahdo menegaskan kliennya tidak memiliki niat melakukan eksploitasi anak di konten tersebut.
Tidak ada niatan Mo sama sekali dari awal untuk dalam tanda kutip mengeksploitasi anak,”
ujar Ragahdo.
Penyelidik Polda Metro Jaya
Namun Ragahdo menyerahkan kepada penyelidik Polda Metro Jaya jika menemukan dugaan terjadi tindak pidana. Begitu pula pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan pihak terkait.
Kuasa hukum Bigmo menegaskan kliennya akan kooperatif jika dipanggil pihak kepolisian dan beriktikad baik untuk meluruskan proses hukum yang menyeretnya.
Kuasa hukum juga meminta kepada masyarakat untuk tidak berspekulasi sebab proses hukum di kepolisian masih dalam tahap penyelidikan.
Apabila ternyata terbukti berdasarkan keyakinan penyelidik bahwa ini bukan perbuatan pidana, ya mari kita hargai karena kami di sini juga harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,”
ungkapnya.
Konten promosi itu terjadi ketika Bigmo sedang live streaming mendatangi pedagang rokok elektrik kemudian mengajak anak-anak mempromosikan liquid salah satu merek cairan vape.
Karena ulahnya, Bigmo dilaporkan atas dugaan eksploitasi anak di bawah umur ke kepolisian.
Selama tahap penyelidikan, polisi telah memeriksa pihak orang tua anak korban, hingga perusahaan vape yang memproduksi liquid untuk dipromosikan Bigmo.


















