Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Megapolitan

MBG Tak Cukup Cuma Bagi-Bagi Makanan! Peneliti Desak Pemerintah Buktikan Dampaknya pada Gizi Anak

Hasil pengukuran juga perlu menjadi dasar untuk memperbaiki menu serta pelaksanaan program secara berkala.

Dua siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026).
Dua siswa SDN Jati Asih X menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jati Asih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (4/9/2026). (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/sgd)

The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII), mendorong pemerintah segera menyelesaikan instrumen evaluasi untuk mengukur dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap status gizi penerima manfaat.

Peneliti Bidang Sosial TII, Made Natasya Restu Dewi Pratiwi, menilai keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah makanan yang disalurkan, tetapi juga dari kualitas asupan dan perubahan kondisi gizi masyarakat.

Pemerintah perlu segera menuntaskan instrumen evaluasi yang dapat mengukur kualitas asupan gizi, kesesuaian menu dengan kebutuhan penerima, perubahan status gizi, dan perilaku makan sehat,”

kata Natasya dalam evaluasi kebijakan sosial dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut Natasya, instrumen evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah makanan yang diberikan telah sesuai dengan kebutuhan gizi penerima manfaat dan memberikan dampak terhadap kondisi mereka.

Iklan

Hasil pengukuran juga perlu menjadi dasar untuk memperbaiki menu serta pelaksanaan program secara berkala.

Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengembangkan sistem evaluasi yang terukur.

Pengukuran tersebut, menurut dia, perlu mencakup kualitas asupan gizi, kesesuaian menu dengan kebutuhan penerima, perubahan status gizi, hingga perkembangan perilaku makan sehat.

Dengan demikian, evaluasi tidak berhenti pada pencatatan jumlah penerima atau cakupan distribusi makanan.

Evaluasi MBG Perlu Libatkan Masyarakat

Natasya juga menekankan pentingnya keterbukaan dalam proses evaluasi. Pemerintah, katanya, perlu menyampaikan tindak lanjut atas masukan masyarakat selama pelaksanaan program agar evaluasi dapat digunakan untuk memperbaiki kebijakan.

Evaluasi juga perlu dilakukan secara transparan dan partisipatif, termasuk dengan menyampaikan tindak lanjut pemerintah terhadap masukan masyarakat selama pelaksanaan MBG,”

ujarnya.

Menurut Natasya, hasil evaluasi yang dilakukan secara berkala dapat membantu pemerintah mengidentifikasi bagian program yang perlu diperbaiki, termasuk komposisi menu dan kesesuaiannya dengan kebutuhan penerima manfaat.

Dengan instrumen yang jelas, pemerintah diharapkan dapat menilai manfaat program secara lebih menyeluruh.

Evaluasi tersebut juga diharapkan menjadi dasar perbaikan pelaksanaan MBG agar tujuan peningkatan kualitas gizi masyarakat dapat dicapai secara berkelanjutan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar