Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Megapolitan

Jurnalis Dihalangi saat Liput Demo di Bundaran HI, Polda Metro Jaya Akhirnya Minta Maaf

Polda Metro Jaya menyatakan permohonan maaf usai salah satu personelnya melarang seorang jurnalis meliput aksi unjuk rasa di Bundaran HI Rabu 28 Oktober 2026 kemarin

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Pospol Bundaran HI
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Pospol Bundaran HI. (Dokumen istimewa)

Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf karena salah satu personelnya melarang seorang jurnalis meliput aksi unjuk rasa di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu 28 Oktober 2026. Insiden itu bakal jadi bahan evaluasi.

“Polda Metro Jaya memohon maaf atas kejadian tersebut dan akan menjadi evaluasi bagi kami,”

kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dikonfirmasi, Kamis 29 Oktober 2026.

Menurut budi, personel kepolisian yang disiagakan di lokasi aksi unjuk rasa tak bermaksud melarang seorang jurnalis melakukan peliputan kegiatan unjuk rasa. Tapi, ia mengklaim petugas itu juga memperhatikan faktor keselamatan.

“Keselamatan masyarakat dan jurnalis merupakan prioritas utama,”

ujarnya.

Dalam video yang beredar di media sosial, seorang anggota Ditsamapta Polda Metro Jaya melarang sejumlah jurnalis yang akan meliput aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI, Rabu, kemarin.

Iklan

Sejumlah aparat mengadang jurnalis yang ingin menembus barikade kepolisian untuk meminta izin masuk ke titik demonstrasi. Padahal, jurnalis tersebut telah menunjukkan ID persnya. Namun, anggota Ditsamapta itu enggan memberikan izin.

“Demi keamanan tidak bisa masuk,”

kata anggota kepolisian tersebut seperti dalam video yang beredar.

Jurnalis itu menegaskan semata-mata hanya ingin menjalankan tugas jurnalis. Namun, anggota kepolisian itu kerap berdalih demi keamanan.

Dalam aksi demonstrasi mahasiswa #IndonesiaSadar yang diinisiasi BEM UI bersama Komite SADAR dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Aksi demo diikuti mahasiswa dari berbagai universitas serta sejumlah elemen masyarakat sipil.

Dalam aksi itu, massa membawa lima tuntutan yang mencakup isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, pemberantasan korupsi, serta kebebasan sipil dan hak asasi manusia (HAM).

Rangkaian tuntutan itu jadi bagian dari upaya mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menyampaikan persoalan yang mereka nilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Reporter OWRITE berfokus pada peliputan isu hukum, kriminal, dan nasional. Setelah resmi menyandang Sarjana Ilmu Komunikasi di Universitas

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.