Adanya sarana ini sangat berkontribusi untuk pemuda-pemuda di sini yang tawuran. Jadi, yang tadinya sering tawuran, sekarang kita ingin pemuda-pemuda selanjutnya bisa berprestasi dengan tinju, bukan dengan tawuran,”
ujar Ilham dikutip Owrite pada Jumat, 6 November 2026.
Menurut dia, keberadaan ring tinju tidak cukup hanya menjadi fasilitas latihan. Kegiatan pembinaan juga perlu berlangsung secara berkelanjutan agar semakin banyak anak muda tertarik mengembangkan kemampuan dan memiliki kesempatan mengikuti pertandingan.
Ilham berharap arena tersebut bisa menjadi tempat lahirnya petinju-petinju baru dari lingkungan Kampung Melayu.
Minat Olahraga
Dengan begitu, anak muda memiliki tujuan yang lebih positif untuk mengisi waktu sekaligus menyalurkan minat olahraga.
Kami ingin terus melanjutkan wadah ini agar pemuda-pemuda di bawah kami bisa terus berprestasi melalui pertandingan tinju,”
katanya.
Arena tinju Kampung Melayu diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat, 6 November 2026. Fasilitas ini merupakan arena tinju kedua yang dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah sebelumnya dibangun di kolong flyover Pasar Rebo.
Pembangunan arena berlangsung pada 20 Agustus hingga 23 Oktober 2026 melalui kolaborasi dengan PAM Jaya.
Pramono berharap ring tinju tersebut dimanfaatkan komunitas dan generasi muda untuk berlatih serta mengembangkan bakat. Menurut dia, pembinaan melalui olahraga dapat menjadi langkah preventif untuk mengurangi keterlibatan pemuda dalam tawuran.
“Ini contoh yang baik bagi penanganan di lapangan untuk bagaimana mengatasi tawuran, mengatasi sampah, dan juga menjaga keamanan yang ada di Jakarta ini,” tutup Pramono.