Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 24 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Ketua IPW: Polisi Sudah Tak Amanah, Kepercayaan Publik Merosot Tajam
Nasional

Ketua IPW: Polisi Sudah Tak Amanah, Kepercayaan Publik Merosot Tajam

Syifa FauziahAmin-Suciady-Owrite
Last updated: November 25, 2025 2:45 pm
Syifa Fauziah
Amin Suciady
Share
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso. (foto: owrite)
SHARE

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, menilai polisi saat ini tidak amanah. Ia merujuk pada kondisi 23 tahun lalu setelah Undang-Undang Kepolisian tahun 2002 dibentuk, seharusnya ada harapan besar terhadap transformasi Polri sebagai institusi demokratis.

Kenapa saya katakan tidak amanah? Polisi itu kan adalah anak kandung reformasi. Reformasi itu adalah hasil kerja masyarakat Indonesia, aktivis mahasiswa. Kemudian masyarakat yang mau melakukan perubahan transformasi dari orde baru kepada reformasi. Akhirnya mengedepankan Hak Asasi Manusia dan supremasi sipil,”

ujar Teguh kepada owrite baru-baru ini. 

Sugeng menambahkan, dari situ polisi seolah mendapatkan berkahnya dari yang tadinya di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), dinaikkan ke statusnya dibawah presiden. 

Kemudian sudah ditetapkan sebagai demokratik polisi. Jadi polisi yang berada di wilayah demokratis, ternyata tidak boleh melakukan brutality, tidak boleh menyalahgunakan kewenangan, humanisme, kehormatan asasi manusia,”

jelasnya.

Sayangnya, selama satu dekade kepemimpinan Presiden Joko Widodo, dinamika kepercayaan masyarakat terhadap Polri bergerak naik turun dan cenderung menurun. Kemudian muncul ucapan dari masyarakat untuk tidak melapor kepada polisi. 

Apa sih? Percuma lapor polisi. Bayar, bayar, bayar. Itu kan adalah sebetulnya jiwa masyarakat yang mau menyatakan, polisi kamu nggak amanah,”

jelasnya.

Tak hanya itu, Sugeng melihat banyak penyimpangan yang terjadi di wilayah untuk tingkat Kepolisian Resor (Polres). Banyak pungutan liar yang terjadi di Polres.

Polres itu jadi raja-raja kecil di daerah, di Kalimantan, Sumatera, di pulau-pulau itu raja-raja kecil. Jadi hidup matinya manusia di sana. Belum lagi soal penegakan hukum,”

paparnya.

Sugeng menjelaskan, menurut data dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mencatat sebanyak 90 persen keluhan masyarakat itu soal penegakan hukum polisi yang buruk. Masyarakat mencari keadilan justru selama proses hukum dia teraniaya, baik pelapor maupun terlapor. 

Kalau pelapor nggak ada kepastian kapan kasusnya selesai, biaya terus (jalan). Kalau terlapor juga teraniaya, dijadikan tersangka, mungkin ditahan, atau mungkin keluar uang, banyak laporannya ke IPW,”

jelasnya. 

Menurut Sugeng, perlu adanya pengawan yang ketat agar kembali lagi dipercaya masyarakat. Karena tidak mungkin soal keamanan dan ketertiban, dan penegakan hukum melibatkan TNI.

Karena beda ideologinya, polisi harus diperkuat profesionalisme dan indepensinya. Harus ada pengawasan eksternal, Kompolnas harus diperkuat dengan dibentuknya tidak dengan Perpres, tapi dengan Undang-Undang,”

ucapnya.

Jadi, lanjut Sugeng, Kompolnas perlu dibentuk independen dan sesuai dengan unsur-unsur dari pemerintahan, dan dikeluarkan menjadi komisioner seperti di DPR dan memiliki kewenangan penyelidikan seperti Komnas HAM. 

Misalnya ada polisi yang melakukan pelanggaran, kan pelanggaran nggak diproses pidana untuk perwira-perwira. Nanti Kompolnas yang menyelidiki, setelah penyelidikan selesai, naik sidik, reserse, harus terima,”

tandasnya.
Tag:EditorialIPWpolisiSugeng Teguh Santoso
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan
By Rahmat Baihaqi
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
1
Lima Potret Antonela Roccuzzo, Istri Lionel Messi yang Selalu Tampil Memesona
By Hilwa Urwatul Wutsqa
Antonela Roccuzzo
2
Viral! BEM UBK Ngaku Terima Uang Usai Temui Gibran di Istana, Mahasiswa Murka
By Hardani Triyoga
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berbincang dengan perwakilan mahasiswa pengunjuk rasa usai pertemuan di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026). [Foto: ANTARA FOTO/Fauzan].
3
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode di Tengah Kesulitan Rakyat: Tak Punya Nurani dan Mabuk Kekuasaan!
By Hardani Triyoga
pemerintah dalam menghormati jasa para pendahulu dan pemimpin bangsa yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi negara.
4
Episode Drama Baru Kasus MBG: Kepala BGN Nanik Deyang Masuk ‘Bidikan’ Kejagung
By Rahmat Baihaqi
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (kiri) berbincang dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang (kanan) saat mengikuti rapat koordinasi peningkatan kualitas program Makan Begizi Gratis (MBG) dan dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terpencil di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
5

BERITA LAINNYA

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco (kedua kanan) dan Cucun Ahmad Syamsurijal (kanan) tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait potongan komisi untuk layanan ojek online (ojol) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Harga Gas Industri Meroket, DPR Turun Tangan Usai 55 Ribu Buruh Terancam PHK

Harga gas industri yang terus meroket mulai menimbulkan ancaman pemutusan hubungan kerja…

Rika PangestiIvan OWRITE
By
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
1 jam lalu
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat menghadiri penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Moch Asim/bar)
Nasional

Prabowo Murka Lagi Bahas Korupsi: Kekayaan Negara Terlalu Banyak yang Hilang

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada ruang bagi praktik korupsi di…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga yang telah rampung dibangun di Kendari, Sulawesi Tenggara
Nasional

2 Peserta SPPI Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latihan Militer, Begini Penjelasan Kemhan

Dua peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal.
Nasional

DPR Desak Hukuman Berat untuk Pelaku Penyekapan Wanita di Bandung

Kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita di Kabupaten Bandung, Jawa Barat…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up