Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyayangkan sikap pemerintah yang belum menetapkan banjir dan longsor di Pulau Sumatera sebagai bencana nasional. Padahal banjir yang menerjang wilayah Aceh, Sumatera Utara (Sumut), hingga Sumatera Barat (Sumbar) sudah memakan banyak korban dan kerusakan infrastruktur.
Manager Kampanye Hutan dan Kebun Walhi Nasional, Uli Arta Siagian, mengatakan dirinya sangat menyayangkan pemerintah tidak kunjung menetapkan status bencana nasional. Menurutnya, ketika status ditetapkan akan ada anggaran besar yang harus dikucurkan untuk membantu para korban.
Meskipun harus dicatat bahwa korupsi di sektor kebencanaan itu tinggi banget, dan juga harus menjadi warning. Tetapi memastikan itu bisa berdaya guna tepat pada sasaran itu menjadi hal yang penting,”
ujar Uli kepada owrite baru-baru ini.
Dirinya mendapat banyak informasi dari tim Walhi di wilayah Sumut, Sumbar, dan Aceh masih banyak wilayah-wilayah yang belum terjangkau. Alasannya, kemungkinan karena koneksi jalan yang terputus sehingga distribusi tidak bisa masuk, atau wilayah-wilayah yang sama sekali tidak ada distribusinya meskipun jalannya tidak terputus.






