Presiden Prabowo Subianto menepis tuduhan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan salah satu strategi untuk menggalang suara di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Prabowo mengklaim, program MBG dijalankan murni untuk memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Menurutnya, anak-anak di daerah membutuhkan MBG.
Ada yang nuduh, oh Prabowo bikin MBG ini supaya nanti 2029 dia kembali. Selalu berpikir negatif,”
ujar Prabowo dalam acara Puncak Natal Nasional 2025 dikutip Selasa, 6 Januari 2025.
Bila rakyat kembali memilihnya pada Pilpres 2029, sambung Prabowo, bahwa hal itu bukan merupakan salahnya. Menurutnya, kekuasan yang diberikan merupakan kehendak dari Tuhan.
Tapi kalau rakyat memilih saya 2029 apa salah saya? Kalau Tuhan mengizinkan. Kalau Tuhan tidak mengizinkan, saya buat apa saja tidak akan terjadi, empat kali ikut Pemilu tiga kali kalah. Soalnya waktu itu pak Luhut enggak dukung saya sih,”
ucapnya.
Singgung Kekalahan di Aceh dan Sumbar
Prabowo dalam pidatonya turut menyinggung kekalahannya di Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) pada Pilpres 2024. Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, meski ia kalah suara di dua wilayah itu, Program MBG tetap dijalankan.
Apakah MBG tidak sampai ke Sumatera Barat karena aku kalah di Sumatera Barat? Berarti MBG jangan ke Sumatera Barat, nggak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak,”
ujarnya.
Prabowo menyebut, tetap dijalankannya program MBG di Aceh dan Sumatera Barat karena saat ini ia bukan lagi dimiliki oleh satu partai, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia.
Karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,”
tuturnya.
55 Juta Penerima Seperti Beri Makan Delapan Kali Singapura
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa program MBG kini sudah menjangkau 55 juta penerima manfaat. Menurutnya, jumlah itu sama dengan memberi makan delapan kali negara Singapura. Diketahui, jumlah penduduk Singapura pada pertengahan 2024 sebanyak 6,04 juta jiwa.
Hari ini sudah 55 juta penerima manfaat, berarti itu sama dengan memberi makan delapan kali Singapura. Setiap hari kita beri makan 55 juta mulut,”
terangnya.
Prabowo menyampaikan, capaian ini merupakan prestasi. Dia membandingkan capaian MBG di Indonesia dan Brasil, berdasarkan informasi yang didapatnya, Brasil membutuhkan 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima.
Presiden Brasil menyampaikan ke saya, mereka mencapai 40 juta dalam 11 tahun. Kita 55 juta dalam satu tahun. Karena kita mulai 6 Januari 2024, hari ini 5 Januari 2026,”
ujar Prabowo.


