Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part II) Pancang Retak Pilar Keempat: Menakar ‘Pagar Api’ Jurnalis di Balik Ritus HPN
Nasional

(Part II) Pancang Retak Pilar Keempat: Menakar ‘Pagar Api’ Jurnalis di Balik Ritus HPN

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Februari 10, 2026 3:13 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi aktifitas kerja pers/media
Gambar ilustrasi aktifitas kerja pers/media. (Gambar dibuat oleh AI)
SHARE

Penawar Racun Informasi

Di tengah gegap gempita peringatan HPN 2026, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) bersikap tegas untuk tidak terlibat dalam perayaan tersebut.

Daftar isi Konten
  • Penawar Racun Informasi
  • Kelunturan Solidaritas Pemburu Tenggat Waktu
  • Mata Pemerintah

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan, berujar pihaknya konsisten menolak peringatan HPN setiap tanggal 9 Februari lantaran dinilai tidak merepresentasikan seluruh ekosistem pers di Indonesia.

Kami menarik diri dari keramaian itu. HPN itu bukan hari pers nasional yang publik pahami, itu adalah hari ulang tahun PWI. Kami sudah mengajukan berkali-kali usulan supaya ada perubahan tanggal HPN yang memiliki nilai historis untuk seluruh ekosistem pers di Indonesia, bukan hanya satu organisasi saja,”

kata Herik kepada owrite.

IJTI mengajak seluruh pihak, termasuk Aliansi Jurnalis Independen, Pewarta Foto Indonesia, dan organisasi pers lainnya, untuk duduk bersama merumuskan ulang hari pers yang lebih inklusif.

Terlepas dari polemik tanggal, Herik menyoroti isu yang jauh lebih krusial: kesejahteraan jurnalis. Kondisi kesejahteraan para jurnalis ia anggap malah tambah compang-camping.

Ia menilai kondisi ekonomi para jurnalis saat ini, terutama di daerah, sangat memprihatinkan akibat disrupsi teknologi dan model bisnis media yang terguncang.

Banyak yang penghasilannya jauh di bawah UMR, sehingga harus memutar otak agar dapur tetap menyala. Ada yang jadi peternak, buka warung, dan sebagainya selama itu bisa menghasilkan cuan bagi keluarga.

Kesejahteraan jurnalis adalah salah satu indikator kesehatan demokrasi. Maka, pihaknya mendesak pemerintah meningkatkan kesejahteraan wartawan.

Kondisi jurnalis yang “sakit” itu menunjukkan kondisi negara yang sedang tidak baik-baik saja. Negara yang sedang tidak baik-baik saja, itu menunjukkan masyarakatnya pun tidak baik,”

jelas Herik.

Untuk mengatasi hal ini, IJTI mendesak pemerintah dan perusahaan platform digital global untuk lebih bertanggung jawab.

Herik menekankan pentingnya regulasi yang memaksa platform memberikan kontribusi yang adil (fair share), terhadap konten jurnalistik berkualitas yang mereka gunakan.

Selain itu, ia mengusulkan mekanisme insentif dari belanja iklan pemerintah. Iklan pemerintah lewat media massa, bisa mendapatkan kompensasinya sekian persen.

Sehingga dalam laporan perusahaan yang mendapatkan iklan yang sesuai dari pemerintah, mereka betul-betul sudah terkontrol dan bisa diaudit bahwa korporasi tersebut pun memberikan sebagian dari sekian persen dari iklan demi peningkatan kesejahteraan.

Bila perusahaan tidak menjalankan perintah tersebut, silahkan beri sanksi. Misalnya pengurangan iklan,”

ujar dia.

Menjawab tantangan menjaga integritas di tahun politik dan di tengah kepemilikan media oleh politisi, Herik menegaskan bahwa jurnalis hanya punya satu pilihan: “Kacamata Kuda” pada etika dan kualitas.

(Part I) Pancang Retak Pilar Keempat: Menakar ‘Pagar Api’ Jurnalis di Balik Ritus HPN

Jurnalis harus tetap pada treknya. Meningkatkan kapasitas dan kualitas diri atas teknologi; menyesuaikan diri dengan seluruh kebutuhan saat ini, termasuk meningkatkan pengetahuan regulasi dan isu, serta kukuh menjaga etik.

Kalau para jurnalis Indonesia kompak melakukan hal tersebut, itu adalah kekuatan besar yang akan bisa menerobos berbagai persoalan saat ini. Misalnya pemerintah menganggap sebelah mata, mari jurnalis buktikan dengan karya-karya jurnalistik yang bertanggung jawab, beretika, dan berkualitas tinggi,”

jelas Herik.

Integritas dan kepercayaan publik adalah modal terbesar di tengah banjir informasi hoaks di media sosial. Jurnalis profesional ialah penawar racun disinformasi.

Kelunturan Solidaritas Pemburu Tenggat Waktu

Mengomentari tema HPN 2026 “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, Sekjen AJI Indonesia Bayu Wardhana, menilai tema tersebut ironis jika melihat realitas di lapangan. Ia memaparkan, bahwa pers menghadapi dua hantaman besar sekaligus.

Pertama, disrupsi ekonomi yakni kue iklan tersedot ke media sosial. Kedua, tekanan politik yang memaksa media menjadi “humas” pemerintah alias informasi A sampai Z yang disampaikan dalam konferensi pers, media cenderung menulisnya sama persis.

Banyak jurnalis yang dibayar dengan upah rendah, bahkan di bawah UMR. Bagaimana bisa menghasilkan teks yang sehat, kalau merujuk tema (HPN 2026), bial SDM dibayar dengan upah rendah? Upah rendah memicu penyimpangan-penyimpangan. Sebagian jurnalis harus bekerja sambilan lain, sehingga dia tidak fokus pada pekerjaannya (sebagai wartawan),”

ujar Bayu kepada owrite.

AJI mendesak pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan, untuk bertindak tegas dengan meminta perusahaan pers yang tidak mampu membayar minimal UMR harus diproses hukum atau ditutup. Ini adalah intervensi nyata pemerintah demi kesejahteraan wartawan nasional.

Pasal 10 UU Pers menegaskan “Perusahaan pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan dan karyawan pers dalam bentuk kepemilikan saham dan atau pembagian laba bersih serta bentuk kesejahteraan lainnya”.

Diperkuat dengan Pasal 14 Peraturan Dewan Pers Nomor 03/PERATURAN-DP/X/2019 tentang Standar Perusahaan Pers yakni “Perusahaan pers wajib memberi upah kepada wartawan dan karyawannya sekurang- kurangnya sesuai dengan upah minimum provinsi minimal 13 kali setahun.”

Di sisi lain, skema insentif pemerintah berupa penghapusan pajak penghasilan (PPh 21) bagi pekerja media di masa kini pun bisa saja diterapkan, sebagaimana pernah diterapkan pada sektor pariwisata.

Ihwal intervensi politik, Bayu mengungkap fenomena redaksi kerap menerima telepon untuk tidak memuat berita tertentu, seperti kritik terhadap program pemerintah. Masalahnya, banyak redaksi yang akhirnya tunduk karena takut kehilangan iklan atau akses.

Sebenarnya kalau sebagian besar media kompak menolak, pemerintah tidak bisa apa-apa. Pemerintah tetap butuh media untuk eksposur. Tapi yang terjadi sekarang kekompakan itu kurang,”

sesal Bayu.

Ia menekankan pentingnya menegakkan “pagar api” (firewall) yang memisahkan urusan bisnis (iklan) dengan kebijakan redaksi.

Pemerintah boleh beriklan, tapi haram mengatur konten berita. Redaksi tetap mengarungi jurnalisme secara independen dan sesuai kaidah.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada Dewan Pers. Bayu menilai regulasi pers sebenarnya sudah cukup lengkap, termasuk larangan jurnalis merangkap tim sukses atau pengurus partai, serta larangan Pemimpin Redaksi (Pemred), serta jajaran atas dan bawah merangkap Direktur Perusahaan atau jabatan serupa.

Mereka harus melepaskan diri sebagai jurnalis, sebelum bergabung dengan percaturan politik nasional. Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak pelanggaran yang dibiarkan. Dewan Pers bukan sekadar mengawasi, tapi dapat mengeksekusi sesuai kewenangan.

Ada stasiun TV dan media daring besar yang Pemred dan Direktur-nya masih satu nama. Dewan Pers harus lebih aktif menegakkan aturan itu. Tegur. Kalau membandel cabut verifikasinya,”

tegas Bayu.

Mata Pemerintah

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berkata bahwa kolaborasi strategis antara pemerintah, ekosistem pers, dan platform digital merupakan kunci menjawab tantangan era transformasi digital, termasuk disinformasi dan dampak kecerdasan artifisial.

Pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam praktik jurnalistik harus tetap menjadikan kepentingan publik sebagai kompas utama,”  

ucap Meutya dalam Konvensi Nasional Media Massa bertema “Pers, AI dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik” di Serang, Banten, 8 Februari 2026.

Ia mengingatkan di tengah derasnya arus konten digital dan meningkatnya disinformasi, pers tidak boleh mengorbankan kepercayaan publik demi kecepatan, algoritma, atau efisiensi teknologi.

Di tengah kompleksitas tantangan baru, peran pers justru semakin krusial sebagai penjaga integritas informasi dan ruang publik yang sehat.

Dalam gelombang transformasi digital dan AI, kehadiran pers yang kredibel dan independen bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan dasar demokrasi,”

kata Meutya.

Pemerintah dan Dewan Pers telah merumuskan berbagai kebijakan dan panduan untuk merespons ancaman disinformasi, disrupsi teknologi AI, krisis kepercayaan publik, dan masa depan jurnalisme.

Tag:ajialiansi jurnalis independenHari Pers NasionalijtiIkatan Jurnalis Televisi IndonesiajurnalismediaperspwiRaden Mas DjokomonoSerikat Penerbit SuratkabarSpillSPSTirto Adhi SoerjoWartawan
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Kecelakaan Dua Armada Transjakarta
Megapolitan

Dua Armada Transjakarta Kecelakaan di Koridor 13 Arah Cipulir

Dua armada bus Transjakarta Koridor 13 mengalami kecelakaan di ruas Swadarma arah Cipulir pagi ini, Senin 23 Februari 2026. Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang penumpang Transjakarta mengalami luka ringan. Kepala…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Bendera Iran. (Sumber: Unsplash/ sina drakhshani )
Internasional

Risiko Konflik Militer, AS-Iran Bakal Lakukan Pertemuan Putaran Ketiga Bahas Nuklir

Iran dan Amerika Serikat (AS) akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir, pada Kamis, 26 Februari 2026, di Jenewa. Pertemuan ini dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko konflik militer antara…

By
Iren Natania
Dusep
5 Min Read
Ahli Psikolog Forensik, Reza Indragiri
Nasional

Helm Brimob Jadi Senjata Maut Tewaskan Remaja: Reza Indragiri Sebut Kasus Tual Bukan Ulah Oknum Semata

Insiden pembubaran balap liar di Tual, Maluku, yang berujung pada tewasnya warga kembali membuka luka lama soal cara aparat menggunakan kewenangan dan kekerasan. Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menilai, apa…

By
Amin Suciady
5 Min Read

BERITA LAINNYA

Anggota Komisi III DPR RI, Habiburokhman
Nasional

Komisi III DPR Kutuk Keras Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi

Komisi III DPR RI mengecam keras kasus kekerasan yang menewaskan Nizam Safei…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 jam lalu
Sejumlah truk dan kendaraan roda empat melaju di Jalan Tol Trans Jawa Ruas Tanjungmas-Srondol, Semarang, Jawa Tengah
Nasional

Catat! Enam Tol di Jawa-Sumatera Dibuka Gratis pada Mudik Lebaran 2026

Menyambut mudik Lebaran Idul Fitri 2026, sebanyak enam ruas jalan tol fungsional…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
16 jam lalu
Fandi Ramadhan ABK kapal tanker Sea Dragon yang ditangkap BNN dan Bea Cukai, terancam hukuman mati. (Foto: Instagram.com/@merindink)
Nasional

(Part II) Nyawa di Geladak Kapal: Nasib Fandi Ramadhan di Antara Tumbal Jaringan Narkoba dan Buramnya Keadilan Pekerja Kelas Bawah

Basmi Otaknya Bukan Awaknya Sementara itu, kelompok advokasi pekerja migran, Migrant Watch,…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
22 jam lalu
Fandi Ramadhan ABK kapal tanker Sea Dragon yang ditangkap BNN dan Bea Cukai, terancam hukuman mati. (Foto: Instagram.com/@merindink)
Nasional

(Part I) Nyawa di Geladak Kapal: Nasib Fandi Ramadhan di Antara Tumbal Jaringan Narkoba dan Buramnya Keadilan Pekerja Kelas Bawah

Seorang anak buah kapal (ABK) asal Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
22 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up