Presiden Prabowo Subianto menyebut ada pihak-pihak dari partai politik tertentu yang merasa senang dengan peristiwa bencana alam yang terjadi di Aceh dan Sumatera. Sebab dari kejadian itu, partai politik tersebut mengklaim masyarakat tidak percaya dengan pemerintah.
Prabowo juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan musibah untuk menumbuhkan ketidakpercayaan terhadap pemerintah, walaupun masih ada sejumlah pihak yang memanfaatkan bencana yang terjadi, seperti menggiring opini bahwa pemerintah tak becus menangani bencana.
Pertama orang-orang politik tertentu seolah-olah girang dengan bencana. ‘Oh dengan bencana kita bisa bikin suatu suasana ketidakpercayaan kepada pemerintah, ketidakpercayaan kepada negara’. Memang ada kelompok-kelompok tertentu,”
ujar Prabowo dalam sambutannya saat peresmian SPPG Polri serentak di Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut sengaja membuat narasi seakan-akan pemerintah tidak mampu turun tangan untuk menangani bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Namun demikian, Prabowo membantah hal tersebut dengan menerjunkan anggota TNI-Polri dan satuan kerja (satker) terkait lainnya, untuk melakukan pemulihan di tiga provinsi terdampak bencana.
Dalam rangka pemulihan bencana di tiga provinsi tersebut, Presiden sudah menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Rekonstruksi dan Rehabilitasi bencana.
Berdasarkan laporan Mendagri, Prabowo mengungkapkan tersisa sebanyak 10 kabupaten yang masih ditangani dan ditagerkan dalam waktu dekat seluruh titik lokasi bencana tersebut akan normal kembali.
Beliau lapor ke saya, pak dari 52 titik yang terkena dampak bencana, tinggal 10 kabupaten yang masih belum normal. Tapi laporan perkiraan beliau, dalam 2 bulan sisanya akan normal,”
ujarnya.

