Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part II) Nyawa di Geladak Kapal: Nasib Fandi Ramadhan di Antara Tumbal Jaringan Narkoba dan Buramnya Keadilan Pekerja Kelas Bawah
Nasional

(Part II) Nyawa di Geladak Kapal: Nasib Fandi Ramadhan di Antara Tumbal Jaringan Narkoba dan Buramnya Keadilan Pekerja Kelas Bawah

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Februari 22, 2026 2:50 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Fandi Ramadhan ABK kapal tanker Sea Dragon yang ditangkap BNN dan Bea Cukai, terancam hukuman mati. (Foto: Instagram.com/@merindink)
Fandi Ramadhan ABK kapal tanker Sea Dragon yang ditangkap BNN dan Bea Cukai, terancam hukuman mati karena diangggap terlibat dalam jaringan narkoba jenis sabu sebanyak hampir dua ton. (Foto: Instagram.com/@merindink)
SHARE

Basmi Otaknya Bukan Awaknya

Sementara itu, kelompok advokasi pekerja migran, Migrant Watch, menganggap bahwa persoalan ini bukan semata perkara besarnya barang bukti, melainkan tentang posisi seorang pekerja maritim dalam struktur kejahatan terorganisir lintas negara.

Daftar isi Konten
  • Basmi Otaknya Bukan Awaknya
  • Penelusuran Menyeluruh
  • Harus Steril dari Pencitraan

Direktur Eksekutif Migrant Watch, Aznil Tan, menegaskan bahwa secara struktural ABK berada pada level paling bawah dalam hierarki pelayaran internasional.

Dalam struktur pelayaran internasional, ABK adalah level bawah. Mereka tidak memiliki kendali atas muatan, tidak menentukan rute, dan tidak mengendalikan logistik. Mereka sering hanya menjalankan perintah,”

kata Aznil saat dihubungi owrite.

Dengan posisi demikian, menurut Aznil, secara objektif pekerjaan ABK berisiko tinggi menjadi korban sistem, bahkan sindikat lintas negara, terutama jika muatan ilegal disembunyikan tanpa sepengetahuan awak kapal.

Aznil tidak menampik bahwa dalam banyak kasus penyelundupan narkotika jalur laut di berbagai negara, awak kapal menjadi pihak pertama yang ditangkap karena berada di lokasi saat penggerebekan. Sementara aktor intelektual, pemilik kapal, pengendali logistik, dan jaringan lintas negara jauh lebih sulit disentuh.

Logikanya, mana mungkin ABK memilih barang bukti sekitar 2 ton sabu yang nilainya triliunan rupiah? Apakah masuk akal barang dengan nilai sebesar itu dikendalikan bahkan dimiliki oleh seorang ABK level bawah? Gunakan akal sehat!”

tegasnya.

Ia juga menyoroti informasi bahwa Fandi baru bergabung beberapa hari sebelum kapal bertolak ke Indonesia dan sempat mempertanyakan isi muatan kepada kapten kapal. Menurutnya, tanpa pembuktian kuat sebagai aktor utama, pemidanaan maksimal berpotensi menjadi kriminalisasi.

Dijelaskan Aznil, sikap publik terhadap kasus yang menimpa Fandi bukan pembelaan buta, melainkan soal rasionalitas hukum dan keberanian membongkar jaringan sampai ke aktor utama.

(Part I) Nyawa di Geladak Kapal: Nasib Fandi Ramadhan di Antara Tumbal Jaringan Narkoba dan Buramnya Keadilan Pekerja Kelas Bawah

Jika penegakan hukum berhenti pada pekerja lapangan, maka pola menjadikan level bawah sebagai pihak yang paling mudah dimintai pertanggungjawaban akan terus berulang. Yang wajib dilakukan adalah penegakan hukum harus membasmi otaknya, bukan hanya awaknya.

Direktur Eksekutif Migrant Watch itu menilai, proporsionalitas tuntutan tidak bisa hanya didasarkan pada besarnya barang bukti, tetapi faktor penentunya adalah peran dan kendali terdakwa.

Jika ia bukan aktor intelektual, tidak mengendalikan muatan, dan tidak terbukti memperoleh keuntungan signifikan, maka menjatuhkan tuntutan hukuman maksimal adalah langkah yang sangat problematis dan harus diuji secara ketat,”

beber Aznil.

Penelusuran Menyeluruh

Untuk membedakan pelaku utama dan pekerja lapangan, aparat penegak hukum diminta menelusuri struktur komando, kepemilikan kapal, aliran dana, komunikasi lintas negara, serta rantai distribusi.

Karena, sambungnya, kejahatan terorganisir tidak mungkin berdiri hanya pada level ABK. Fokus penyidikan tidak boleh berhenti pada pekerja lapangan, sebab para ABK adalah pekerja kelas bawah yang hanya menjalankan perintah.

Migrant Watch pun mendesak agar perusahaan pelayaran dan agen perekrut tidak luput dari pemeriksaan. Sebab menurutnya, perusahaan pelayaran dan agen perekrut memiliki tanggung jawab hukum dan moral untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional.

Jika ada kelalaian, pembiaran, atau kegagalan pengawasan, pertanggungjawaban tidak boleh dibebankan sepenuhnya kepada ABK. Penegakan hukum yang adil tidak boleh hanya berani pada yang lemah, tetapi juga tegas pada yang kuat,”

kata Aznil.

Ia menilai, kelemahan sistem terlihat dari minimnya pengawasan perekrutan ABK, rendahnya literasi hukum maritim, serta lemahnya kontrol terhadap kapal-kapal lintas yurisdiksi yang mempekerjakan Warga Negara Indonesia (WNI).

ABK Indonesia, sambung Aznil, sering dilepas ke laut tanpa perlindungan yang memadai, tanpa pemahaman risiko hukum, dan tanpa sistem monitoring yang kuat. Ketika terjadi masalah, mereka menjadi pihak pertama yang dikorbankan.

Dalam perkara dengan ancaman hukuman mati, Migrant Watch juga menekankan bahwa standar hukum harus berada pada level tertinggi.

Akses pengacara sejak awal, pendampingan konsuler, penerjemah yang layak, serta hak pembelaan penuh bukanlah fasilitas, itu adalah hak konstitusional. Transparansi tidak boleh berhenti pada formalitas. Fair trial harus nyata, terbuka, dan dapat diuji publik,”

jelasnya.

Harus Steril dari Pencitraan

Aznil pun mengingatkan, agar perkara besar seperti ini tidak dijadikan panggung pencitraan penegakan hukum. Karena ini menyangkut nyawa seseorang, tidak boleh ada celah sedikit pun dalam prosesnya. Jangan sampai rakyat dikorbankan demi sensasi.

Dalam ancaman hukuman mati, kata Aznil, perlindungan negara bukan pilihan, melainkan kewajiban konstitusional. Negara harus memberikan pendampingan hukum maksimal, intervensi diplomatik aktif, serta memastikan investigasi tidak berhenti pada pekerja lapangan.

Kasus ini, menurut Migrant Watch, juga menunjukkan perlunya reformasi menyeluruh, seperti penguatan pengawasan agen perekrut, kewajiban pendidikan hukum maritim sebelum keberangkatan, bantuan hukum otomatis bagi ABK yang tersangkut kasus, audit perusahaan pelayaran, hingga penguatan diplomasi dan kerja sama intelijen maritim lintas negara.

Migrant Watch menolak penegakan hukum yang berhenti pada pekerja level bawah. Jika ini kejahatan terorganisir lintas negara, maka yang harus dibongkar adalah jaringannya. Jangan hanya menangkap yang paling mudah ditangkap,”

tegas Aznil.

Di tengah besarnya barang bukti dan kerasnya tuntutan, perdebatan kini bergerak pada pertanyaan yang lebih mendasar, apakah hukum akan menembus hingga ke aktor utama, atau kembali berhenti pada mata rantai paling bawah dan terpinggirkan.

Tag:amnesty internationalanak buah kapalbadan narkotika nasionalBea CukaiBerita Pentingbnnfandi ramadhanHukuman MatiNarkobasabuSindikat NarkobaSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Foto udara kawasan Masjid Agung Baitul Makmur di Meulaboh, Aceh Barat, Aceh
Megapolitan

Jadwal Imsak Jakarta dan Sekitarnya Hari ke-5, Senin 23 Februari 2026

Umat Muslim di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya telah memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah sejak 19 Februari 2026 lalu. Salah satu panduan penting adalah jadwal imsak, sebagai penanda berakhirnya…

By
Syifa Fauziah
Ivan
3 Min Read
Sejumlah truk dan kendaraan roda empat melaju di Jalan Tol Trans Jawa Ruas Tanjungmas-Srondol, Semarang, Jawa Tengah
Nasional

Catat! Enam Tol di Jawa-Sumatera Dibuka Gratis pada Mudik Lebaran 2026

Menyambut mudik Lebaran Idul Fitri 2026, sebanyak enam ruas jalan tol fungsional dibuka gratis. Ruas tol yang bisa dilalui masyarakat tanpa membayar berada di jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera.…

By
Anisa Aulia
Amin Suciady
1 Min Read
Sejumlah pekerja memilah cabai rawit di salah satu pengepul di Desa Tugurejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Ekonomi Bisnis

Harga Minyakita hingga Cabai Rawit Masih Tinggi, Bapanas Minta Satgas Pangan Rajin ke Lapangan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan harga komoditas pangan yang masih dijual di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satunya, minyak goreng Minyakita dijual melebihi ketentuan…

By
Anisa Aulia
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Fandi Ramadhan ABK kapal tanker Sea Dragon yang ditangkap BNN dan Bea Cukai, terancam hukuman mati. (Foto: Instagram.com/@merindink)
Nasional

(Part I) Nyawa di Geladak Kapal: Nasib Fandi Ramadhan di Antara Tumbal Jaringan Narkoba dan Buramnya Keadilan Pekerja Kelas Bawah

Seorang anak buah kapal (ABK) asal Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
17 jam lalu
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus
Nasional

DPR Putuskan MKMK Tak Bisa Sentuh Laporan Adies Kadir, Demokrasi Konstitusional RI dalam Bahaya

Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menyoroti sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) usai rapat…

Syifa FauziahAmin Suciady
By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
18 jam lalu
Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza.
Nasional

Siswa Madrasah Tewas Dianiaya Anggota Brimob, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan

Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
18 jam lalu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti (kedua kiri) berbincang dengan Kepala Sekolah SD Negeri 9 Tanah Jambo Aye Suryani (kanan) saat meninjau aktivitas belajar mengajar di tenda darurat di Desa Lueng Tuha, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Aceh
Nasional

Mendikdasmen Bantah Dana Pendidikan Dipangkas karena MBG

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membantah anggapan bahwa Program Makan Bergizi…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up