Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Feb 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • Cari Tahu
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Banjir
  • sumatera
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • longsor
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik
Nasional

(Part I) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
Last updated: Februari 23, 2026 2:10 pm
Adi Briantika
Amin Suciady
Share
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
SHARE

Tewasnya Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis polisi pada 28 Agustus 2025 bukanlah akhir dari sebuah tragedi, melainkan lonceng pembuka bagi teror yang jauh lebih sistematis.

Kematian yang dibiarkan tanpa keadilan itu memicu tsunami kemarahan publik yang sah, namun direspons negara dengan unjuk kekuatan militeristik yang membidik jantung perlawanan: kaum muda.

Lima bulan berlalu, luka belum mengering. Lebih dari 700 anak muda masih terbelenggu status tahanan politik dalam proses hukum yang dipaksakan.

Lewat penelusuran ratusan berkas dan investigasi lintas kota, temuan Komisi Pencari Fakta (KPF)— berisikan berbagai unsur masyarakat sipil—membuktikan satu hal mengerikan: penangkapan kolosal ini bukanlah penegakan hukum, melainkan senjata kekuasaan (weaponization of law) guna membungkam nyali generasi masa depan.

KPF menginvestigasi secara independen dan menggali Open Source Intelligence (OSINT) terhadap 115 Berita Acara Pemeriksaan (BAP), lebih dari 63 informan dan saksi, serta penelusuran dokumen hukum, forensik digital, foto kejadian, dan analisis peristiwa dari berbagai sudut pandang di 18 kota, 8 provinsi, dan mencakup 4 negara, dan menjadikannya dalam sebuah temuan yang berjudul Laporan KPF: Operasi Pembungkaman Kaum Muda Terbesar Sejak Reformasi.

Laporan ini menjawab empat mandat utama: mencari penyebab demonstrasi dan eskalasi kekerasan, memetakan aksi dan respons para pihak, mengidentifikasi pola serta faktor pemicu dan akselerator, serta menelaah akuntabilitas atas peristiwa yang terjadi.

Rangkaian demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025 menjadi salah satu krisis politik paling signifikan pada tahun pertama rezim Presiden Prabowo Subianto.

Demonstrasi Agustus 2025 tidak lahir dari satu isu tunggal, seperti wacana kenaikan tunjangan anggota parlemen, melainkan merupakan puncak dari akumulasi ketidakpuasan ekonomi, ketidakpercayaan terhadap institusi negara, dan elite politik yang tidak peka terhadap tekanan hidup rakyat.

Kondisi ini diperparah oleh sikap elite yang antikritik dan hilangnya mekanisme check and balance lantaran dominannya koalisi pemerintahan.

Gelombang protes pertama (25-27 Agustus) dan kedua (28 Agustus) awalnya berlangsung dengan relatif damai.

Gelombang kemarahan dan eskalasi kekerasan tajam baru terjadi pada gelombang ketiga (29-31 Agustus), yang diakselerasi langsung oleh insiden pembunuhan Affan Kurniawan (21 tahun) yang gugur dilindas kendaraan taktis lapis baja milik kepolisian.

Rangkaian demonstrasi dan represifitas aparat ini memakan harga yang sangat mahal, tercatat 13 orang gugur—termasuk korban yang terjebak paparan gas air mata aparat.

Upaya yang kami lakukan tidak menggantikan kewajiban negara untuk melakukan penelusuran fakta yang sebenarnya dan seterang-terangnya. Sejak awal kami mendesak presiden untuk membentuk Tim Pencari Fakta, tapi sampai hari ini tidak ada tim tersebut,”

kata Ketua Umum YLBHI Muhamad Isnur.

Laporan tersebut berisi 11 hal yakni konteks peristiwa berupa akumulasi kemarahan publik, tiga gelombang demonstrasi (demonstrasi damai dalam dua gelombang dan gelombang ketiga berupa tsunami kemarahan), dugaan keterlibatan TNI dalam penanganan aksi, eskalasi di ruang digital, pelanggaran hukum dan hak asasi manusia dalam penanganan demonstrasi, perburuan aktivis terbesar sejak reformasi, operasi sebelum operasi, penegakan hukum yang tajam ke bawah, operasi dalam operasi, dan operasi kambing hitam.

Demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025 memiliki sejumlah kemiripan dengan Peristiwa Malari yang terjadi pada 15 Januari 1974, khususnya soal keterhubungan antara konflik elite, dinamika antara lembaga negara, dan pembentukan narasi ‘dalang’ yang berujung pada perburuan aktivis pro-demokrasi melalui serangkaian kriminalisasi.

Paralel ini digunakan sebagai kerangka analitis untuk membaca pola kekuasaan dan respons negara terhadap mobilisasi publik, bukan untuk menyederhanakan konteks historis keduanya dan menyebut adanya kesengajaan pengulangan yang diatur sedemikian rupa.

Satu, terdapat kemiripan pada konteks elite yang bertikai di balik ledakan sosial. Dalam peristiwa Malari, kerusuhan dan respons negara tidak bisa dilepaskan dari dinamika perebutan pengaruh di lingkaran kekuasaan Orde Baru, di mana rivalitas elite mempengaruhi cara negara membaca, mengelola, dan kemudian “menyimpulkan” dinamika demonstrasi.

Dalam demonstrasi Agustus 2025, demonstrasi dan kerusuhan juga berlangsung dalam lanskap ketegangan elite dan instabilitas institusional, sehingga penjelasan berbasis “ajakan aktivis” semata tidak memadai untuk memahami rangkaian peristiwa secara utuh.

Dua, pertikaian tersebut melibatkan lembaga negara dan mempengaruhi strategi penanganan aksi massa. Dalam peristiwa Malari, pembacaan negara atas aksi mahasiswa dan kerusuhan diikuti oleh konsolidasi keamanan yang kuat, termasuk langkah-langkah yang berdampak pada ruang sipil dan kebebasan berekspresi.

Dalam peristiwa Agustus 2025, terdapat ketegangan antar lembaga penegak hukum serta implikasinya terhadap cara negara merespons protes yang mencampuradukkan penegakan hukum, operasi keamanan, dan perebutan legitimasi lembaga.

Ketiga, terdapat kemiripan pola kambing hitam aktivis pro-demokrasi untuk menutup kompleksitas aktor dan kepentingan di lapangan. Dalam peristiwa Malari, narasi penyebab dan penanggung jawab kerusuhan mengerucut pada pembingkaian tertentu yang memudahkan negara bertindak, seraya mengabaikan dinamika struktural dan manuver elite.

Dalam peristiwa Agustus 2025, aparat memusatkan penindakan pada aktivis pro-demokrasi, sambil menutup mata pada simpul produksi dan distribusi disinformasi serta jejaring pelaku kekerasan yang tidak ditelusuri secara imbang, sehingga menguatkan dugaan proses penegakan hukum bergerak mengikuti narasi yang “sudah terkendali”, bukan hasil penyelidikan objektif dan berdasar fakta.

Kami akan melaporkan ini (kepada pejabat, lembaga negara) perihal mencari fakta penyebab demonstrasi dan eskalasi kekerasan, mencari fakta pola pemicu dan katalis yang mengakselerasi demonstrasi dan kekerasan, mencari fakta aksi dan reaksi, mencari pihak yang bertanggung jawab sehingga jangan ada pengambinghitaman,”

ujar Isnur.
Tag:affan kurniawanaktivisbentrokchaosdemokrasidemonstrasipolisiSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Reporter
Ikuti
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Ikuti
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

RI Bakal Impor Pick-Up dari India, Purbaya Cicil Rp40 Triliun per Tahun ke Himbara

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan terkait sumber pembiayaan impor 105 ribu unit pick-up dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Impor ini diketahui dilakukan oleh PT Agrinas…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read
Plt Direktur Utama LPDP Sudarto
Ekonomi Bisnis

Kemenkeu Ungkap 44 Penerima Beasiswa LPDP Tak Pulang ke RI, 8 Orang Kena Sanksi

Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, ada sebanyak 44 penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang mangkir dari kewajiban mengabdi di Indonesia usai menuntaskan pendidikannya.…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. (Foto: owrite)
Nasional

DPR Terlalu Jauh Bela Adies Kadir, Paripurna Kehilangan Kehormatan

Keputusan Rapat Sidang Paripurna DPR pada Kamis, 19 Februari lalu menjadi perbincangan masyarakat terkait pengusulan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi.  Dalam hasil Rapat Paripurna DPR tersebut dikatakan Majelis Kehormatan…

By
Syifa Fauziah
Amin Suciady
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Menag Nasaruddin mengklarifikasi ke KPK mendapatkan pesawat jet pribadi dari OSO.
Nasional

Menag Nasaruddin Datangi KPK, Klarifikasi Isu Jet Mewah Saat Kunker ke Takalar

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar buka suara perihal dirinya mendapati fasilitas mewah…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat
Dusep
1 jam lalu
Suasana aksi 28 Agustus 2025, di kawasan Senayan, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
Nasional

(Part II) Laporan Komisi Pencari Fakta: Tragedi Agustus 2025 dalam Sekap Republik

Garuda Pelempar Pukat Harimau Penegakan hukum pasca-demonstrasi dan kerusuhan Agustus 2025 menuai…

owrite-adi-briantikaAmin Suciady
By
Adi Briantika
Amin Suciady
2 jam lalu
Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur.
Nasional

Tuai Kontroversi, Pernyataan Natalius Pigai Soal Makan Bergizi Gratis Dikritik Pengamat

Pernyataan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, yang menyebut pihak-pihak yang…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 jam lalu
Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Polemik Pernyataan Menteri HAM Terkait Program Makan Bergizi Gratis

Menteri Kementerian Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengatakan bahwa pihak yang ingin…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up