Sehingga bisa dibayangkan kalau misalnya itu diproduksi dalam negeri, multi efeknya kan bisa menggerakkan berbagai industri-industri komponen. Kemudian tentu tenaga kerja kita. Jaminan puluhan ribu bahkan mungkin bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, nah itu kan sangat produktif,”
katanya.
Selain itu, kualitas kendaraan yang diproduksi di dalam negeri para industri sudah mengetahui mengenai alam, jalan, hingga jenis bahan bakar.
Kita dari Kadin tujuannya adalah ingin bagaimana agar anggaran pemerintah ini mampu mendorong produktivitas perekonomian kita yang pada akhirnya nantinya akan mampu mendorong gerak pertumbuhan ekonomi kita,”
jelasnya.
Ditambah lagi, lanjut Sarman, pemerintah sudah memiliki target bahwa dalam 2029 Indonesia mencapai 8 persen.
Jadi artinya bahwa tahun ini sudah mencapai 54 persen. Kadin ingin bagaimana supaya anggaran pemerintah ini juga ikut mendorong industri.
Karena kita tahu kan pertumbuhan ekonomi kita ini ditopang oleh 4 faktor. Yang pertama adalah daya beli masyarakat, itu salah satu faktor utama. Hampir 57 persen pertumbuhan ekonomi kita ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Kemudian yang kedua adalah dari sisi ekspor. Ini pendukung kita. Yang ketiga investasi. Yang keempat itu adalah belanja pemerintah. Nah belanja pemerintah yang tepat sasaran dan tepat waktu,”
tutup Sarman.