Masyarakat Indonesia sebentar lagi akan melakukan mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC) melakukan sejumlah persiapan layanan operasional di Jalan Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ).
Berdasarkan prediksi lalu lintas Idul Fitri 2026, volume kendaraan yang melintas di Jalan Layang MBZ diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 48,40 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal, dan 0,51 persen dibandingkan Lebaran 2025.
Direktur Utama PT Jasamarga Jalan layang Cikampek, Hendri Taufik mengatakan langkah persiapan dilakukan untuk memastikan layanan Jalan Layang MBZ tetap optimal dalam menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan selama periode libur Idul Fitri.
Melalui kesiapan layanan operasional, dukungan armada, serta pemeliharaan infrastruktur yang dilakukan secara berkala, kami berkomitmen untuk memastikan Jalan Layang MBZ tetap dapat melayani pengguna jalan secara aman, nyaman, dan lancar selama periode arus mudik dan arus balik Idul Fitri,”
ujar Hendri dalam keterangannya Kamis, 12 Maret 2026.
Hendri mengatakan, untuk pemantauan kondisi lalu lintas dilakukan secara intensif dengan dukungan perangkat Traffic Counting, CCTV, Dynamic Message Sign (DMS), serta Variable Message Sign (VMS) yang tersebar di sepanjang ruas Jalan Layang MBZ. Pemantauan operasional juga didukung oleh pos pantau di Kantor Operasi Cikunir dan Kantor Operasi Karawang Barat.
Selain itu, disiagakan armada operasional yang terdiri dari empat unit Mobile Customer Service, sembilan unit kendaraan derek, dua unit ambulans, dua unit kendaraan Kamtib, satu unit kendaraan rescue, tiga unit kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), serta setya unit motoris yang siap membantu penanganan gangguan lalu lintas maupun kondisi darurat di sepanjang ruas Jalan Layang MBZ.
Adapun kesiapan layanan juga didukung melalui kegiatan preservasi infrastruktur yang meliputi perbaikan perkerasan jalan melalui pekerjaan scrapping, filling, dan overlay, peningkatan estetika melalui pengecatan parapet dan girder baja, serta penataan signage dan lanskap.
Lalu Jasa Marga juga melakukan peningkatan aspek keselamatan melalui pengecatan marka jalan yang telah pudar dan penambahan rambu keselamatan, serta monitoring jembatan melalui inspeksi visual secara berkala.
Puncak Arus Mudik dan Balik di Jalan Layang MBZ
Hendri memperkirakan, puncak arus mudik di 18 Maret 2026 dengan volume kendaraan mencapai sekitar 61.467 pada Jalur A, dan 24.973 kendaraan pada Jalur B.
Kemudian puncak mudik kedua pada 19 Maret 2026 dengan volume kendaraan sekitar 55.886 kendaraan pada Jalur A, dan 21.856 kendaraan pada Jalur B.
Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan volume kendaraan mencapai sekitar 25.387 kendaraan pada Jalur A, serta 56.985 kendaraan pada Jalur B.
Sementara, puncak arus balik kedua terjadi pada 29 Maret 2026 dengan volume kendaraan sekitar 28.335 kendaraan pada Jalur A dan 55.371 kendaraan pada Jalur B.


