Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dengan aliansi militer mana pun.
Sikap tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut oleh Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam prinsip tersebut, Indonesia tidak memihak blok kekuatan tertentu, namun tetap aktif berperan dalam menciptakan perdamaian dunia.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang terbit dengan judul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis”.
Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,”
kata Prabowo.
Indonesia Harus Mandiri dalam Pertahanan
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus mampu berdiri secara mandiri tanpa bergantung pada kekuatan militer negara lain.
Menurutnya, pembangunan kekuatan pertahanan nasional menjadi hal yang sangat penting untuk memastikan keamanan negara.
Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,”
ujar Prabowo.
Ia juga menambahkan bahwa Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga dan mengembangkan kekuatan militer yang bersifat defensif.
Sikap Indonesia terhadap Board of Peace
Dalam wawancara tersebut, Prabowo juga menjelaskan posisi Indonesia terkait Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Amerika Serikat.
Menurutnya, keterlibatan Indonesia bertujuan untuk mendorong tercapainya kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara atau two-state solution.
Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,”
Prabowo menerangkan.
Namun, rencana pengiriman pasukan perdamaian ke wilayah Gaza untuk sementara waktu ditunda. Seluruh pembahasan terkait Board of Peace saat ini berada dalam status ditangguhkan (on hold) akibat meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Selain itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa Indonesia siap berperan sebagai mediator dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Menurutnya, konflik tersebut telah menimbulkan ketidakpastian serta gejolak global yang berdampak pada banyak negara di dunia. Ia menilai bahwa dialog menjadi satu-satunya jalan untuk meredakan ketegangan.
Saran saya selalu mencari opsi damai,”
tutupnya.


