Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan selama periode mudik Lebaran tahun ini.
Berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri, tercatat sebanyak 682 kasus kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026. Angka tersebut menurun 40,91 persen dibandingkan Operasi Ketupat 2025 yang mencapai 2.637 kasus.
Alhamdulillah jumlah kecelakaan lalu lintas yang dilaporkan kepada kami menurun 40,91 persen atau menjadi 682 kasus dibandingkan Operasi Ketupat tahun 2025,”
ujar Sigit di Polda Metro Jaya, Rabu, 18 Maret 2026.
Selain itu, ia mengungkapkan sebanyak 1.213.388 kendaraan telah meninggalkan Jakarta selama periode mudik. Volume kendaraan yang melintasi jalan tol juga mengalami kenaikan sekitar 2,83 persen dibandingkan kondisi normal.
Meski terjadi peningkatan mobilitas, kepadatan sempat muncul di sejumlah titik krusial. Salah satunya di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, di mana antrean kendaraan menuju penyeberangan sempat mencapai sekitar 31 kilometer. Kemacetan juga terjadi di Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama).
Titik paling padat sempat terjadi di Gilimanuk, namun secara bertahap sudah bisa kita urai. Sementara di jalur tol terjadi di Gerbang Tol Cikatama,”
jelasnya.
Kapolri mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, seperti rest area di jalur tol maupun pos pelayanan di jalur arteri. Fasilitas tersebut mencakup tempat istirahat, layanan kesehatan, makanan untuk berbuka atau sahur, hingga pengisian bahan bakar.
Dengan berbagai upaya tersebut, Polri berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat.

