Kabar duka datang dari dunia bisnis Indonesia, Pemilik perusahaan rokok PT Djarum Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2026.
Bambang dikabarkan meninggal dunia di Singapura pukul 13.15 waktu setempat di usia 86 tahun.
Kabar meninggalnya Bambang dibenarkan oleh Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan.
Keluarga Besar PT Djarum berduka cita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,”
ujarnya dalam sebuah pesan singkat, Kamis, 29 Maret 2026.
Seperti diketahui, Bambang merupakan pengusaha yang sangat terkenal di Indonesia. Ia mewarisi bisnis Djarum sang ayah Oei Wie Gwan, yang meninggal tidak lama setelah pabrik rokok Djarum terbakar habis.
Bersama sang adik, Budi Hartono, ia bahu membahu mengibarkan bendera Djarum sampai ke luar negeri.
Saat ini Djarum mendominasi pasar rokok kretek di Amerika Serikat, jauh melebihi Gudang Garam dan Sampoerna.
Setelah membangun bisnisnya, pada 2022, Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, Budi Hartono dan Bambang Hartono menduduki peringkat pertama dengan total kekayaan US$47,7 Miliar.
Bambang sendiri menduduki peringkat ke-69 dunia dengan total kekayaan US$22,3 Miliar.
Selain industri rokok, saat ini Bambang dan Budi merupakan pemegang saham terbesar dari Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 persen saham BCA.
Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik Polytron.

