PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberlakukan tarif Rp1 untuk seluruh relasi dan lintas pelayanan LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Hari Raya Lebaran 2026, sesuai ketetapan pemerintah.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin mudah dijangkau masyarakat pada masa libur Lebaran.
Momentum Lebaran adalah saat masyarakat bergerak untuk bersilaturahmi, berwisata, dan menikmati waktu bersama keluarga. Melalui kebijakan tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026, KAI ingin menghadirkan kejutan yang menyenangkan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi,”
kata Bobby dalam keterangannya, dikutip Kamis, 20 Maret 2026.
Menurut Bobby, kebijakan tarif khusus ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan LRT Jabodebek sebagai pilihan mobilitas di kawasan perkotaan, terutama pada periode libur Lebaran yang identik dengan tingginya aktivitas perjalanan.
Agar pelaksanaan program ini berjalan lancar, KAI melalui LRT Jabodebek telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif. Persiapan tersebut meliputi optimalisasi petugas pengamanan, kesehatan, dan layanan di stasiun maupun kereta, pengaturan kepadatan penumpang di area peron, gate, serta titik-titik yang berpotensi padat, disertai perhatian khusus bagi pelanggan prioritas.
Selain itu, KAI juga telah mempersiapkan penyesuaian sistem ticketing secara komprehensif, mulai dari pengaturan tarif, kesiapan gate, hingga channel penjualan.
Dalam mengantisipasi potensi peningkatan volume pengguna, KAI menyiapkan langkah operasional tambahan, termasuk pelaksanaan posko masa Lebaran dan penerapan pola operasi weekend, sehingga layanan tetap berjalan optimal.
KAI terus berupaya menghadirkan layanan transportasi publik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kebijakan tarif khusus ini diharapkan dapat memberi nilai tambah bagi pelanggan LRT Jabodebek pada masa Lebaran sekaligus memperkuat peran transportasi publik sebagai solusi mobilitas perkotaan,”
tutup Bobby.


