Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani merespons perihal wacana pemerintah menertibkan pengamat. Narasi tersebut merupakan ancaman serius terhadap demokrasi, serta kebebasan berekspresi dan akademik.
Ditertibkan itu, bagi saya yang hidup pada tahun 80-an, dibesarkan sebagai aktivis, (adalah) bahasa khas Orde Baru,”
kata Saiful kepada Owrite.id, Kamis, 16 April 2026.
Bahkan pada Orde Baru, ada lembaga Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) Masyarakat yang dibuat oleh Presiden Soeharto, yang bertugas menertibkan orang-orang kritis maupun oposisi. Merujuk memori historis tersebut, pernyataan bakal menertibkan kembali memunculkan iklim serupa.
Ketika Pak Prabowo bicara seperti itu, ini Orde Baru banget. Dengan kata tertib itu pemerintah artinya akan membatasi. Kalau perlu menangkapnya, mengkriminalisasi. Ini penafsiran saya. (Demokrasi) mundur ke Orde Baru,”
ucap Saiful.
Dampak dari penertiban dunia akademik dan riset–dengan menyasar para ahli–yakni ketakutan terhadap sanksi dari pemerintah. Artinya objektivitas peneliti dapat hilang.






