Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 21 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Wacana Prabowo Tertibkan Pengamat, Saiful Mujani: Bahasa Khas Orde Baru
Nasional

Wacana Prabowo Tertibkan Pengamat, Saiful Mujani: Bahasa Khas Orde Baru

owrite-adi-briantikadusep-malik
Last updated: April 16, 2026 5:02 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani.
Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani. (Sumber: Owrite/Adi Briantika)
SHARE

Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani merespons perihal wacana pemerintah menertibkan pengamat. Narasi tersebut merupakan ancaman serius terhadap demokrasi, serta kebebasan berekspresi dan akademik. 

Ditertibkan itu, bagi saya yang hidup pada tahun 80-an, dibesarkan sebagai aktivis, (adalah) bahasa khas Orde Baru,”

kata Saiful kepada Owrite.id, Kamis, 16 April 2026. 

Bahkan pada Orde Baru, ada lembaga Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) Masyarakat yang dibuat oleh Presiden Soeharto, yang bertugas menertibkan orang-orang kritis maupun oposisi. Merujuk memori historis tersebut, pernyataan bakal menertibkan kembali memunculkan iklim serupa. 

Ketika Pak Prabowo bicara seperti itu, ini Orde Baru banget. Dengan kata tertib itu pemerintah artinya akan membatasi. Kalau perlu menangkapnya, mengkriminalisasi. Ini penafsiran saya. (Demokrasi) mundur ke Orde Baru,”

ucap Saiful. 

Dampak dari penertiban dunia akademik dan riset–dengan menyasar para ahli–yakni ketakutan terhadap sanksi dari pemerintah. Artinya objektivitas peneliti dapat hilang. 

Konsekuensi yang saya pahami dari kata ‘penertiban’, jika diterjemahkan adalah represi terhadap para pengamat. Dan itu sudah dilakukan, ketika terjadi (aksi) protes Agustus (2025), ribuan orang ditangkap. Tidak pernah terjadi pada masa Reformasi, dalam waktu yang begitu cepat, ribuan orang ditangkap,”

ujar Saiful. 

Awal Mula 

Polemik ini bermula ketika Presiden Prabowo menegaskan bakal menertibkan pengamat yang dia anggap rugi di bawah pemerintahannya. Ia klaim pihak-pihak itu sama dengan koruptor yang merugikan negara, serta ia memiliki data intelijen perihal pengamat menerima duit dari kelompok tertentu guna membiayai mereka. 

Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor, ya, merasa rugi dengan pemerintah. Kami mau tertibkan,”

ujar dia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026. 

Respons Prabowo itu setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan “ada pihak yang mengatakan ekonomi di Indonesia mengalami krisis”.

Pengamat-pengamat ada beberapa macam, menurut saya. Ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil, karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan patriotik,”

kata Prabowo.
Tag:Kopkamtibmakarmenertibkan pengamatorde barupemakzulanSaiful Mujani
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kontroversi Dody Hanggodo Bergulir, Elite Demokrat: Menteri Bertanggung Jawab ke Presiden
By Hardani Triyoga
Menteri PU Dody Hanggodo (kanan) meninjau Jembatan Enang-Enang di Desa Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
1
Diduga Gelapkan Fee Rp3,2 M Milik Hotman Paris, Mengapa Keponakannya Nekat Akhiri Hidup?
By Rahmat Baihaqi
Sebuah bangunan puluhan lantai di perkotaan.
2
Ucapan Hotman Dinilai Berlebihan, Ketum LAKI Dukung Wartawan Tempuh Jalur Hukum
By Rahmat Tunny
Pengacara Hotman Paris Hutapea (tengah) berjalan memasuki Gedung Bundar saat tiba di Kejaksaan Agung, Jakarta.
3
Jejak Law Firm Diduga Afiliasi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Terungkap, Kantor Lama Tinggalkan Permata Hijau
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi korupsi
4
APBN Semester I-2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya Klaim Masih Bagus
By Anisa Aulia
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KiTA (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
5

BERITA LAINNYA

Libur Sekolah Awal Ramadan
Nasional

RUU Sisdiknas Disorot, Hilangnya Komite Sekolah Dinilai Berbahaya bagi Dunia Pendidikan

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik draf Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional…

Syifa FauziahHardani Triyoga
By
Syifa Fauziah
Hardani Triyoga
18 menit lalu
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
Nasional

BGN Respons Temuan Kejagung, Dugaan Penyimpangan SPPG Kini Masuk Meja Evaluasi

Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mempelajari temuan kejanggalan di sejumlah Satuan Pelayanan…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
44 menit lalu
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Nasional

BGN Tagih Dadan Hindayana Cs! Duit Dugaan Mark Up Motor Listrik MBG Diminta Balik ke Negara

Badan Gizi Nasional (BGN) bakal menagih selisih harga akibat dugaan mark up…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
2 jam lalu
BGN memperkenalkan lima pejabat baru.
Nasional

Dari Eks Kapuspenkum hingga Pejabat Kemenkeu, 5 Petinggi Baru BGN Dilantik Lewat Keppres Prabowo

Badan Gizi Nasional (BGN) melantik lima pejabat Pimpinan Tinggi Madya Baru pada…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteHardani Triyoga
By
Rahmat Baihaqi
Hardani Triyoga
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up