Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Saiful Mujani merespons perihal wacana pemerintah menertibkan pengamat. Narasi tersebut merupakan ancaman serius terhadap demokrasi, serta kebebasan berekspresi dan akademik.
Ditertibkan itu, bagi saya yang hidup pada tahun 80-an, dibesarkan sebagai aktivis, (adalah) bahasa khas Orde Baru,”
kata Saiful kepada Owrite.id, Kamis, 16 April 2026.
Bahkan pada Orde Baru, ada lembaga Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) Masyarakat yang dibuat oleh Presiden Soeharto, yang bertugas menertibkan orang-orang kritis maupun oposisi. Merujuk memori historis tersebut, pernyataan bakal menertibkan kembali memunculkan iklim serupa.
Ketika Pak Prabowo bicara seperti itu, ini Orde Baru banget. Dengan kata tertib itu pemerintah artinya akan membatasi. Kalau perlu menangkapnya, mengkriminalisasi. Ini penafsiran saya. (Demokrasi) mundur ke Orde Baru,”
ucap Saiful.
Dampak dari penertiban dunia akademik dan riset–dengan menyasar para ahli–yakni ketakutan terhadap sanksi dari pemerintah. Artinya objektivitas peneliti dapat hilang.
Konsekuensi yang saya pahami dari kata ‘penertiban’, jika diterjemahkan adalah represi terhadap para pengamat. Dan itu sudah dilakukan, ketika terjadi (aksi) protes Agustus (2025), ribuan orang ditangkap. Tidak pernah terjadi pada masa Reformasi, dalam waktu yang begitu cepat, ribuan orang ditangkap,”
ujar Saiful.
Awal Mula
Polemik ini bermula ketika Presiden Prabowo menegaskan bakal menertibkan pengamat yang dia anggap rugi di bawah pemerintahannya. Ia klaim pihak-pihak itu sama dengan koruptor yang merugikan negara, serta ia memiliki data intelijen perihal pengamat menerima duit dari kelompok tertentu guna membiayai mereka.
Mungkin karena merasa kalah, tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang hilang rezeki, terutama maling-maling, koruptor-koruptor, ya, merasa rugi dengan pemerintah. Kami mau tertibkan,”
ujar dia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026.
Respons Prabowo itu setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan “ada pihak yang mengatakan ekonomi di Indonesia mengalami krisis”.
Pengamat-pengamat ada beberapa macam, menurut saya. Ada pengamat-pengamat yang tidak suka pemerintahnya sendiri berhasil, karena berbagai motivasi. Tapi menurut saya, sikap mereka itu sikap yang sempit, bukan patriotik,”
kata Prabowo.




