Di tengah besarnya alokasi dana untuk program sosial-ekonomi tersebut, akademisi transportasi mengingatkan agar pemerintah tidak mengorbankan pos anggaran keselamatan transportasi yang justru bersifat fundamental dan jangka panjang.
Keselamatan Transportasi Investasi Jangka Panjang
Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata yang juga menjabat sebagai Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno, menegaskan bahwa cara pandang terhadap keselamatan harus diubah secara total.
Keselamatan transportasi adalah investasi jangka panjang, bukan beban biaya (cost),”
kata Djoko pada Owrite, Selasa, 28 April 2026.
MBG Jangan Ambil Anggaran Keselamatan Transportasi
Di saat yang sama, ia memberi peringatan keras soal arah kebijakan anggaran negara terkait MBG dan Kopdes yang mengambil jatah anggaran yang tidak sedikit.
Diketahui, anggaran 2026 untuk Kopdes Merah Putih ditetapkan sebesar 58,03 persen dari total dana desa (sekitar Rp34,57 triliun) berdasarkan PMK No. 7/2026. Sementara itu, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memiliki total pagu Rp335 triliun, dengan realisasi Rp44 triliun per Maret 2026, dan dipastikan tidak dikurangi
Silakan anggaran MBG dan Kopdes sebesar-besarnya, namun jangan dikurangi atau dipangkas anggaran keselamatan transportasi. Perkeretaapian tidak sekadar membangun, keselamatan jangan dilupakan,”
ujar Djoko.
Sebagai informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah memberikan pembaruan data korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Berdasarkan data KAI, hingga Selasa, 28 April 2026, pukul 08.45 WIB, jumlah korban tewas bertambah menjadi 14 orang, sementara 84 lainnya mengalami luka-luka. Saat ini, proses penanganan masih berlangsung.