Presiden Prabowo meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa Merah Putih, Sabtu, 16 Mei 2026, di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Dalam sambutannya, ia menegaskan peresmian massal ini merupakan tonggak sejarah baru yang jarang ditemukan di negara lain.
“Peristiwa ini adalah hari yang penting, tonggak bersejarah. Saya kira kalau dicari di negara-negara lain pun, kalau (publik) cari, ada suatu negara, suatu pemerintahan yang meresmikan operasionalisasi seribu lebih koperasi secara fisik ada gedung, gudang, sistem, barang, petugas, logistik, truk, pikap, kendaraan tiga roda. Saya kira hari ini cukup penting,”
kata Prabowo, dikutip pada Minggu, 17 Mei 2026.
Pembangunan infrastruktur dan persiapan sistem seluruh koperasi tersebut berhasil dirampungkan sekitar tujuh bulan sejak dimulai pada November 2025. Berdasar laporan Menteri Koordinator Bidang Pangan, saat ini ada lebih dari 9.000 koperasi yang siap untuk beroperasi di seluruh Indonesia.
“Saya kira ini prestasi bagi Bangsa Indonesia,”
ucap dia.
Mentalitas
Pada kesempatan itu ia juga menyorot mentalitas sebagian sosok dan intelektual yang dia anggap masih merasa rendah diri terhadap bangsa asing.
“Indonesia dianggap bangsa yang lemah, the soft state. (Indonesia) lemah. Terlalu lama pemimpin, pejabat, tokoh, bahkan pakar, professor, orang-orang penting, (kaum) intelektual, pengusaha (Indonesia) terlalu lama mengidap semacam rasa rendah diri. Kalau lihat semua yang berbau atau berasal dari luar, asing, dan sebagainya (mereka) condong kagum (dan) lebih segan. (Sementara) semua yang (berasal) dari bangsa sendiri, (malah) condong untuk tidak percaya,”
ujar Prabowo.
Urus Perut
Padahal, dia melanjutkan, Indonesia baru saja menorehkan prestasi besar dengan mewujudkan swasembada pangan demi menjami kebutuhan konsumsi 287 juta jiwa penduduk negeri ini. Sebagai pemegang mandat kedaulatan rakyat, Prabowo menegaskan dirinya merupakan pihak pertama yang paling bertanggung jawab atas urusan perut rakyat.
Namun, tak lupa ia apresiasi kinerja Kementerian Pertanian dan seluruh tim terkait lantaran mampu melampaui target swasembada pangan jauh lebih cepat daripada instruksi awal.
“Kalau bangsa ini lapar, saya yang tanggung jawab. Tidak ada orang lain yang akan dihujat, tidak ada orang lain yang diminta pertanggungjawaban, saya yang bertanggung jawab. Saya beri tugas kepada Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun (tapi) mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,”


