Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersiap menyampaikan keterangan saat konferensi pers terkait penemuan cadangan gas raksasa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Menteri ESDM menyampaikan temuan tersebut berasal dari hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur dengan potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik serta 300 juta barel kondensat yang dioperasikan perusahaan energi asal Italia ENI. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nym.)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Raffi Ahmad mencari pencipta lagu “MBG (Mas Bahlil Ganteng)” yang belakangan ramai digunakan dalam berbagai konten media sosial.
Bahlil mengaku terkejut dengan popularitas lagu tersebut dan ingin memberikan apresiasi kepada pembuatnya sebagai bentuk penghargaan terhadap kreativitas yang melahirkan karya viral di ruang digital.
Eh tapi Fi, jangan lupa ya, tolong cari itu yang menciptakan lagu MBG (Mas Bahlil Ganteng) itu kita hargai betul. Saya kaget juga. Jadi tolong bantuin saya,”
kata Bahlil dalam video tersebut, dikutip, Senin, 1 Juni 2026.
Raffi Ahmad dan Bahlil Lahadalia. (Sumber: IG Raffi Ahmad)
Raffi Masih Lakukan Pencarian
Menanggapi permintaan tersebut, Raffi memastikan pencarian terhadap pencipta lagu itu masih terus dilakukan. Melalui unggahan yang sama, ia menyebut Bahlil berencana mengundang dan memberikan penghargaan secara langsung apabila sosok pembuat lagu tersebut berhasil ditemukan.
Untuk pencipta lagu ‘MBG’ jangan lupa, kakanda, adinda, tenang, masih dicari! Kata Kakanda Bahlil, insya Allah kalau ketemu akan diundang langsung dan mau dikasih apresiasi dari Kakanda,”
tulis Raffi.
Raffi Ahmad (sumber: Instagram/@raffinagita1717)
Fenomena Lagu Satir MBG
Sebagai informasi, lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng” belakangan menjadi fenomena di media sosial dan kerap digunakan sebagai latar berbagai unggahan video kreator konten.
Berdasarkan berbagai sumber, lagu itu muncul dari fenomena komentar netizen tentang sosok Bahlil Lahadalia yang kemudian diolah menjadi lagu komedi dengan lirik sengaja dibuat nyeleneh dan tidak masuk akal. Tujuannya lebih ke hiburan, meme, dan konten viral, bukan lagu kampanye atau lagu resmi politik.
Selain itu, berdasarkan penelusuran, lagu tersebut dibuat dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI), sementara liriknya disusun dari kompilasi komentar warganet mengenai Bahlil yang beredar di media sosial.