Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ingin skema insentif bagi daerah berprestasi kembali diadakan. Tito mengusulkan anggaran Rp1 triliun yang akan digunakan sebagai ‘hadiah’ bagi daerah-daerah dengan kinerja terbaik.
Menurut Tito, insentif tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan iklim kompetisi antar daerah. Selain itu, untuk menyeimbangkan kebijakan penghargaan dan sanksi yang selama ini dijalankan Kemendagri.
Tujuannya agar ada tambahan uang Rp3 miliar, Rp2 miliar, Rp1 miliar. Nomor satu Rp3 miliar, nomor dua Rp2 miliar, nomor tiga Rp1 miliar. Bukan untuk pribadi kepala daerah, tapi dimasukkan tambahan APBD,”
kata Tito usai Rapat Kerja bersama Komisi II DPR RI, Kamis, 11 Juni 2026.
Dia menjelaskan program itu sebenarnya sudah berjalan dan dibagi ke dalam enam regional. Skema itu sengaja dibuat agar daerah dengan kemampuan fiskal kecil tetap memiliki kesempatan bersaing dengan daerah yang lebih maju.







