Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 15 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / BEM UI: Gerakan Kami Bukan untuk Menjatuhkan tapi Menyelamatkan Bangsa Ini!
Nasional

BEM UI: Gerakan Kami Bukan untuk Menjatuhkan tapi Menyelamatkan Bangsa Ini!

Rahmat Tunny OWRITEHardani Triyoga
Last updated: Juni 12, 2026 4:10 pm
By
Rahmat Tunny
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana...
Follow:
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
1 bulan lalu
Share
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan. (Foto: OWRITE/Rahmat Tunny).
SHARE

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof Imawan menyampaikan tujuan utama aksi mahasiswa adalah menyuarakan kegelisahan rakyat. Mahasiswa menyoroti persoalan ekonomi, demokrasi, dan tata kelola pemerintahan yang dinilai makin mengkhawatirkan.

Yalathof mengatakan aksi ini bukan gerakan untuk menjatuhkan pemerintah ataupun menciptakan instabilitas politik. Namun, aksi unjuk rasa untuk mengingatkan pemerintah bahwa kondisi bangsa sedang menghadapi ancaman serius.

Kita ini adalah gerakan yang bukan untuk menjatuhkan atau apa. Justru kita adalah gerakan untuk menyelamatkan bangsa ini,”

kata Yatalathof di Bundaran HI, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut dia, pihaknya juga berupaya menjaga agar aksi tetap berjalan tertib dan tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat.

Kita harus menyelamatkan diri kita. Jika sudah mulai ada ancaman, kita akan tarik mundur. Karena apa? Karena kita juga tidak ingin rakyat yang tidak tergabung dalam aksi ini terkena imbasnya,”

jelasnya.
Baca juga:
Prabowo soal Narasi Indonesia Gelap: Kalau Merasa Suram dan Tak… Presiden RI Prabowo Subianto merespons sebagian pihak yang menilai Indonesia berada dalam…
Decak Kagum! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan Anti-Anxiety, Sabet Penghargaan Internasional Perihal kecemasan atau anxiety, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi…
PDIP Malu-malu Kucing: Sebagian Kader Gemar Kritik, Sisanya Hobi Melobi Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai sikap politik Partai Demokrasi Indonesia…
  • Prabowo soal Narasi Indonesia Gelap: Kalau Merasa Suram dan Tak Ada Harapan,…
  • Decak Kagum! Mahasiswa UGM Ciptakan Camilan Anti-Anxiety, Sabet Penghargaan Internasional
  • PDIP Malu-malu Kucing: Sebagian Kader Gemar Kritik, Sisanya Hobi Melobi

Ia mengaku mahasiswa menghadapi hambatan saat menuju lokasi aksi. Menurutnya, ada penghalangan yang dilakukan aparat keamanan di sejumlah titik.

Ada penghalangan dari TNI dan Polri, iya dua-duanya, begitu,”

ujar Yatalathof.

Meski demikian, Yatalathof menyampaikan substansi utama aksi bukan soal pengamanan di lapangan. Namun, terkait kondisi bangsa yang semakin mengkhawatirkan.

Ia menyebut ada lima tuntutan utama yang dibawa dalam demonstrasi tersebut. Namun, inti dari seluruh tuntutan itu adalah mendesak pemerintah agar berhenti menutup-nutupi persoalan yang sedang terjadi.

Dia mengkritik keras jika pemerintah masih terus seperti saat ini maka akan dampak ke depannya.

Masih terus menyelak, masih terus melakukan represifitas. Masih terus mengeluarkan data-data kosmetik, maka tinggal tunggu waktu saja Indonesia akan bangkrut secara ekonomi, demokrasi, bahkan moral,”

ujarnya.
Masa Aksi Mahasiswa Ditahan ‘Cendol’ dan ‘Cokelat’ Saat Menuju Bundaran HI

Yatalathof juga menyoroti sejumlah indikator ekonomi yang perlu dibaca secara lebih kritis. Kata dia, indikator tak sekadar dijadikan alat pencitraan.

Kosmetik, tadi saya sudah menjelaskan. Ekonomi 5,61% ini bahaya,”

ujarnya.

Aksi ‘Menuju Indonesia Bangkrut’ jadi salah satu demo mahasiswa setelah berbagai rentetan persoalan bangsa mulai korupsi marak, sektor ekonomi tertekan, nilai tukar rupiah loyo, hingga naiknya harga BBM non-subsidi.

Tag:BEM UIDemoMahasiswaPemerintahunjuk rasa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rahmat Tunny OWRITE
ByRahmat Tunny
Asisten Redaktur
Follow:
Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar Magister Ilmu Komunikasi dari Universitas Mercu Buana ini memiliki pengalaman lebih dari satu dekade di jurnalistik — termasuk sebagai redaktur di Fajar.co.id dan Liputan.co.id, serta sebagai Media Communication Officer di lembaga riset IDEA Analitycal.
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Trending di OWRITE
Kejagung Teken 3 Sprindik Baru: Febrie Diperiksa Sebagai Saksi, Belum Ada Tersangka
By Rahmat Baihaqi
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Anang Supriatna
1
Gibran Dikenal karena Jokowi Itu Hal Biasa, Sudah Jadi Budaya Politik di Indonesia
By Rahmat Tunny
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (kiri) menyapa warga dan pekerja saat meninjau perkebunan di Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.
2
Spanyol Gilas Prancis 2-0! Mbappe Frustrasi, La Roja Melaju ke Final Piala Dunia 2026
By Hadi Febriansyah
Pemain Timnas Spanyol selebrasi usai cetak gol ke gawang Prancis.
3
NCB Polri Sukses Pulangkan Buron Saham Tambang Kariatun Tan dari China
By Rahmat Baihaqi
NCB Interpol Polri bersama Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok.
4
Trump Mau Ambil Alih Selat Hormuz, Iran Balas Ultimatum: Kami akan Paksa AS Tunduk!
By Natania Longdong
Ilustrasi foto Selat Hormuz memanas imbas militer AS dan Iran saling serang.
5

BERITA LAINNYA

Menteri HAM Natalius Pigai menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Nasional

Merasa jadi Korban Bullying, Pigai ‘Ngamuk’ ke Aparat: Kenapa Polisi Tak Hentikan?

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI Natalius Pigai, melontarkan kritik kepada aparat…

Rika PangestiAmin-Suciady-Owrite
By
Rika Pangesti
Amin Suciady
3 jam lalu
Kementerian Kebudayaan RI menyiapkan basis data terpadu masyarakat adat.
Nasional

Kementerian Kebudayaan Waspadai Masyarakat Adat ‘Jadi-jadian’, Basis Data Segera Disiapkan

Kementerian Kebudayaan RI menyiapkan basis data terpadu masyarakat adat sebagai bagian dari…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
3 jam lalu
Menteri HAM Natalius Pigai dalam rapat bersama Baleg DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, 15 Juli 2026.
Nasional

RUU Masyarakat Adat: Pigai Usul Bikin Komnas Baru sebagai Benteng Terakhir

Menteri HAM Natalius Pigai mengusulkan pembentukan Komisi Nasional Masyarakat Adat dalam Rancangan…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
3 jam lalu
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan di gedung DPR, 15 Juli 2026.
Nasional

Data Kemenbud: 2.506 Komunitas Masyarakat Adat di RI Masih Luntang-lantung tanpa Pengakuan

Kementerian Kebudayaan RI mengungkap dari total 3.292 komunitas masyarakat adat yang terdata,…

Rika Pangestiowrite-adi-briantika
By
Rika Pangesti
Adi Briantika
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up