Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengerahkan jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM Nusa Tenggara Timur untuk memantau langsung bentrokan antarwarga di Adonara, Kabupaten Flores Timur.
Langkah Pigai itu dilakukan untuk memastikan penanganan konflik berjalan dengan mengedepankan penghormatan terhadap HAM. Selain itu, bisa mencari solusi damai yang berkelanjutan.
Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,”
kata Pigai, dalam keterangannya, Minggu, 19 Juli 2026.
Pigai mengatakan pemantauan lapangan bertujuan memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi masyarakat setelah bentrokan yang menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi.







