Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Wamen HAM Blak-blakan, Tidak Kompaknya LN HAM Bikin Harmonisasi RUU Jadi Rumit

Mugiyanto mengatakan, hambatan LN HAM membuat pembahasan RUU HAM di tingkat pemerintah berjalan lebih rumit.

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto (tengah) bersama Kepala Badan Pembinaan Hukum dan HAM TNI Laksda TNI Farid Ma'ruf (kedua kiri), Astamaops Polri Komjen Pol Muhammad Fadil Imran (kanan), Ditjen PDK HAM Munafrizal Manan (kiri) serta Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Pemenuhan HAM Yosef Sampurna Nggarang (kedua kanan) memberikan keterangan kepada media usai pertemuan di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto (tengah) bersama Kepala Badan Pembinaan Hukum dan HAM TNI Laksda TNI Farid Ma’ruf (kedua kiri), Astamaops Polri Komjen Pol Muhammad Fadil Imran (kanan), Ditjen PDK HAM Munafrizal Manan (kiri) serta Staf Khusus Menteri Hak Asasi Manusia Bidang Pemenuhan HAM Yosef Sampurna Nggarang (kedua kanan) memberikan keterangan kepada media usai pertemuan di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Selasa (7/7/2026). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/sgd)

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) RI, Mugiyanto mengungkap proses harmonisasi revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (RUU HAM) masih menghadapi kendala. Salah satunya adalah belum sepakatnya di antara lembaga nasional HAM (LN HAM). 

Mugiyanto mengatakan, hambatan ini membuat pembahasan di tingkat pemerintah berjalan lebih rumit. Sehingga, kini pemerintah berupaya mencari titik temu agar revisi UU HAM dapat segera dirampungkan dan berharap LN HAM dapat menyamakan pandangan sebelum draf diserahkan ke DPR.

Hari ini teman-teman LN HAM sudah bertemu, KND, KPAI, sama Komnas Perempuan. Mudah-mudahan ada kesepakatan di antara mereka. Karena tantangan pemerintah, tantangan kami di proses harmonisasi, itu karena LN HAM ini tidak satu suara. Mereka itu agak merepotkan,”

kata Mugiyanto di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026. 

Pemerintah Ingin Satukan Aturan Lembaga HAM

Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (WamenHAM) RI, Mugiyanto. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)
Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (WamenHAM) RI, Mugiyanto. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)

Ia menjelaskan, pemerintah semula ingin mengatur seluruh lembaga nasional HAM dalam revisi UU HAM, yakni Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Komisi Nasional Disabilitas (KND). Namun, perbedaan pandangan antarlembaga membuat pembahasan substansi belum menemukan titik temu.

Iklan

Mugiyanto juga membantah anggapan bahwa penyusunan RUU HAM minim partisipasi publik. Menurutnya, pemerintah telah berulang kali mengundang berbagai pemangku kepentingan, termasuk Komnas HAM, untuk terlibat dalam pembahasan.

Persoalannya itu memang teman-teman Komnas HAM ini tidak mau duduk bareng ketika kita membahas pasal-pasal tentang itu. Sehingga disalahpahami. Misalnya Komnas HAM mengatakan tupoksi untuk melakukan pengkajian, penyuluhan tidak disebutkan. Tetapi ini kan undang-undang payung. Itu tidak perlu disebutkan, tetapi bisa dilakukan,”

ujarnya.

Ia menilai kritik yang menyebut pemerintah tidak melibatkan publik tidak sepenuhnya tepat. Sebab, pembahasan revisi UU HAM telah berlangsung sejak lama dan melibatkan berbagai forum konsultasi dengan akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga nasional HAM.

Kita undang, kita minta masukan tertulis tidak dilakukan. Tetapi berikutnya mengatakan kami tidak dilibatkan. Itu bagaimana? Kan enggak pas lah. Kita ingin membuat perubahan, perbaikan. Supaya itu terjadi ya harus masuk, ikut pembahasan RUU HAM,”

katanya.

Pemerintah Klaim Tetap Buka Ruang Dialog

Meski demikian, Mugiyanto menegaskan pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan seluruh pemangku kepentingan. 

Menurutnya, revisi UU HAM justru disusun untuk memperkuat perlindungan HAM, bukan mengurangi independensi Komnas HAM.

Bagaimanapun kita membahas tentang Undang-Undang HAM. Sebisa mungkin kita mendengarkan dan mengajak keterlibatan semua stakeholders, baik teman-teman NGO, akademisi maupun terutama lembaga nasional HAM,”

tegas Mugiyanto.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.