Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan keputusan mengenai perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Pernyataan itu disampaikan merespons isu yang menyebut presiden akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat.
Bahlil yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar mengatakan dirinya tidak ingin berspekulasi mengenai kabar tersebut.
Menyangkut dengan reshuffle kabinet itu adalah hak prerogatif Bapak Presiden. Karena itu kita harus semua taat tunduk pada hak prerogatif Bapak Presiden,”
kata Bahlil usai menghadiri rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, dikutip Rabu, 29 Juli 2026.
Jangan Berspekulasi


Bahlil kembali mengingatkan agar isu perombakan kabinet tidak menjadi bahan spekulasi yang berlebihan karena keputusan tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden.
Jangan selalu berspekulasi melampaui batas kewenangan. Dan sekali lagi, reshuffle itu adalah hak prerogatif Bapak Presiden,”
tandas Bahlil.
Sebagai informasi, reshuffle terakhir dilakukan pada 27 April 2026, ketika Presiden Prabowo melantik enam pejabat baru untuk memperkuat jajaran Kabinet Merah Putih.


























