Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 3 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / ICW dan KPK Dulu Pernah Beringas, Kini Gerakan Antikorupsi Dinilai Kehilangan Taring
Nasional

ICW dan KPK Dulu Pernah Beringas, Kini Gerakan Antikorupsi Dinilai Kehilangan Taring

Hardani TriyogaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 3, 2026 11:57 am
By
Hardani Triyoga
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
2 jam lalu
Share
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026). (ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom.)
SHARE

Mantan Koordinator Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai, perubahan gerakan masyarakat sipil dalam mengawal pemberantasan korupsi tidak bisa dilepaskan dari berubahnya situasi sosial, politik, hingga ruang gerak aktivisme.

Menurut Adnan, masyarakat sipil termasuk organisasi antikorupsi saat ini menghadapi konteks yang berbeda. Hal itu dibandingkan dengan era ketika gerakan antikorupsi dinilai lebih ‘gahar’ dan memiliki daya tekan kuat terhadap kekuasaan.

Ya, sebenarnya kalau mau jujur mungkin kita punya feeling yang berbeda hari ini dibanding sebelumnya,”

kata Adnan kepada Owrite, Senin, 3 Agustus 2026.

Pandangan itu disampaikan Adnan menanggapi sorotan mengenai kondisi gerakan masyarakat sipil yang dinilai tidak lagi seberingas masa lalu. ICW dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan pernah dipandang sebagai dua kekuatan yang sama-sama agresif dalam mengawasi dan melawan praktik korupsi.

Adnan mengakui, bahwa persepsi terhadap gairah gerakan masyarakat sipil saat ini memang bisa berbeda dibandingkan masa lalu. Namun, ia menilai perubahan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh menurunnya keberanian aktivis.

Itu karena referensi kita berbeda. Kemudian, ya mindset-nya yang dimiliki itu juga mungkin agak sedikit berbeda. Dan, tentu kita gak bisa salahkan karena konteks yang membentuk itu. Konteks dulu dengan hari ini tentu berbeda,”

jelas Adnan.

Adnan menyampaikan, generasi aktivis pada masa lalu memiliki pengalaman yang berbeda ketika berada di lingkungan kampus. Kampus saat itu menjadi salah satu ruang penting untuk membangun gerakan, konsolidasi, sekaligus berhadapan langsung dengan berbagai persoalan sosial dan politik.

Ada Kompromi Elite, Kasus Febrie Adriansyah Jadi ‘Buah Simalakama’ Penegakan Hukum

Dia mencontohkan dulu aktivis kampus masih bisa bebas dalam menyampaikan pandangan kritisnya.

Dulu kita di kampus ya seperti penguasa, bisa pagi pulangnya satu minggu kemudian. Kalau sekarang, sore aja ada beberapa kampus yang udah ditutup. Gak boleh lagi ada mahasiswa di dalam. Alasannya listrik mahal, macam-macam,”

ucapnya.

Menurut Adnan, terbatasnya ruang interaksi dan pengalaman langsung tersebut turut memengaruhi karakter gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil generasi sekarang.

Dia menyebut saat ini ada situasi di mana benturan-benturan langsung mereka dengan pengalaman itu menjadi terbatas juga.

Yang mungkin membuat beberapa halnya akhirnya juga berubah. Mungkin dalam konteks ini tadi disebutnya kok jadi kurang greget, kurang gahar, kurang beringas, macam-macam,”

ujar Adnan.

Beda Supporting System

Ia membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman aktivis pada era sebelumnya. Ketika itu, meski gerakan mahasiswa juga menghadapi kekerasan dan intimidasi, terdapat sistem pendukung yang dinilai lebih kuat.

Mungkin juga pada era itu meskipun juga kita dihadapkan dengan tantangan langsung dalam bentuk kekerasan, intimidasi, macam-macam. Cuma supporting system-nya kan juga kuat, sehingga kita merasa tetap terlindungi,”

ucap Adnan.

Ia mencontohkan posisi pimpinan perguruan tinggi yang pada masa lalu dapat menjadi bagian dari sistem perlindungan bagi mahasiswa ketika menghadapi tekanan.

Bahkan dulu rektornya kan juga berhadapan langsung dengan yang akan mengancam kita,”

kata Adnan.

Situasi tersebut, kata dia, berbeda dengan kondisi yang dirasakan sebagian aktivis saat ini. Bahkan, pimpinan kampus dalam situasi tertentu justru dapat dipersepsikan sebagai bagian dari tekanan terhadap gerakan mahasiswa.

Rektornya malah jadi musuh di dalam. Jadi, memang ada ada fase yang mungkin agak sedikit berbeda dan ini yang melahirkan efek pressure yang juga mungkin berbeda,”.

katanya

Menurut Adnan, perubahan karakter gerakan masyarakat sipil sebenarnya telah menjadi objek berbagai penelitian dan kajian. Karena itu, penurunan intensitas gerakan tidak dapat serta-merta diartikan sebagai hilangnya komitmen masyarakat sipil terhadap pemberantasan korupsi.

Sudah banyak sebenarnya riset kajian yang menjelaskan evolusi masyarakat sipil. Gerakan masyarakat sipil. Cuma kita juga tidak bisa menihilkan peran-peran teman-teman di masyarakat sipil. Karena sudah sudah di-preassure dengan situasi yang berbeda,”

tuturnya.

Ia menilai masyarakat sipil kini menghadapi tekanan yang lebih kompleks. Salah satunya adalah munculnya persepsi bahwa kelompok masyarakat sipil yang kritis terhadap kekuasaan merupakan pihak yang berseberangan dengan negara.

Sudah dianggap musuh negara dalam tanda petik. Tapi, kan tetap mereka punya komitmen untuk memperjuangkan hak-hak publik yang lebih luas,”

sebut Adnan.

Selain tekanan politik dan sosial, persoalan pendanaan juga menjadi tantangan tersendiri bagi keberlangsungan organisasi masyarakat sipil.

Salah satu preassure-nya juga adalah sekarang pendanaan itu kan juga sangat terbatas,”

kata Adnan.

Dalam pembicaraan tersebut, Adnan kemudian menyinggung kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap United States Agency for International Development (USAID), yang selama ini menjadi salah satu lembaga besar dalam pendanaan program bantuan dan pembangunan internasional.

Itu Donald Trump lah yang mulai ketika dia menghabisi USID. Sebagai salah satu lembaga yang paling besar yang mendanai,”

ujar Adnan.

Meski demikian, Adnan melihat keterbatasan pendanaan tersebut tidak harus menjadi akhir dari gerakan masyarakat sipil. Tapi, sebaliknya, kata dia, kondisi itu bisa jadi momentum untuk mencari model pendanaan alternatif yang lebih dekat dengan masyarakat.

Tapi, ini juga mungkin akan menjadi trigger bagi masyarakat sipil untuk lebih kreatif bagaimana mencari pendanaan alternatif yang mungkin jauh lebih bisa merepresentasikan kepentingan publik yang lebih luas. Karena didukung langsung oleh publik misalnya macam-macam,”

tutur Adnan.

Menurut Adnan, ketergantungan terhadap pendanaan asing juga dapat memunculkan tudingan tertentu terhadap organisasi masyarakat sipil. Dengan demikian, dukungan publik secara langsung dapat menjadi salah satu alternatif.

Kalau didanai oleh pihak asing kan nanti akan dituduh anti-asing. Macam-macam,”

ujarnya.

Tag:ICWKPKMasyarakat SipilPemberantasan Korupsi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Hardani Triyoga
ByHardani Triyoga
Asisten Redaktur
Follow:
Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Jalur Gandul-Cirendeu ‘Lumpuh’, PLN Telusuri Penyebab Mati Lampu di Jaksel-Tangsel
By Natania Longdong
Ilustrasi pemadaman listrik.
1
ICW dan KPK Dulu Pernah Beringas, Kini Gerakan Antikorupsi Dinilai Kehilangan Taring
By Hardani Triyoga
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Pemalang Anom Widiyantoro di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
2
10 Orang Terkaya di Indonesia per Agustus 2026, Nomor Satu Dipegang Raja Batu Bara
By Anisa Aulia
Low Tuck Kwong adalah pendiri Bayan Resources. (Sumber: IG @lowtuckkwong01)
3
MK Coret MBG dari Anggaran Pendidikan, DPR: Marwah 20% Fokus ke Mutu dan Guru
By Rahmat Baihaqi
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo (tengah) memimpin sidang pembacaan putusan 20 permohonan uji materiil di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
4
Dari Skandal Febrie hingga Misteri Satpam Jatiluhur, Ini 5 Kasus Terheboh Juli 2026
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi kasus hukum terheboh sepanjang Juli 2026. (Gambar dibuat AI)
5

BERITA LAINNYA

KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Utara Sumenep. (Sumber: Istimewa)
Nasional

Detik-detik KM Mutiara Sentosa II Terbakar Hebat di Perairan Sumenep Madura

Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II mengalami kebakaran hebat di perairan utara…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
19 jam lalu
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Viada Hafid (kanan) didampingi Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar (kiri) menyampaikan keterangan pers terkait kesiapan implementasi PP Tunas di kantor Komdigi, Jakarta
Nasional

Gegara Ulah Bigmo, Kemkomdigi Tegur YouTube Imbas Diduga Eksploitasi Anak Promosi Vape

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melayangkan surat teguran ke YouTube buntut konten…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
20 jam lalu
KM Mutiara Sentosa II terbakar di Perairan Madura. (Sumber: Istimewa)
Nasional

KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Madura, 5 Tewas dan 41 Orang Dalam Pencarian

Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Madura…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owritedusep-malik
By
Rahmat Baihaqi
Dusep Malik
20 jam lalu
KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Utara Sumenep. (Sumber: Istimewa)
Nasional

KM Mutiara Sentosa II Terbakar di Perairan Utara Sumenep

Kapal KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
21 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up