Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid mendesak pemerintah segera memutuskan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) bagi sekitar 490 pemerintah daerah (Pemda) yang mengalami kesulitan memenuhi belanja pegawai.
Ia mengingatkan, keterlambatan keputusan itu bisa berdampak pada pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) hingga pelayanan publik.
Kholid meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian segera menetapkan besaran tambahan TKD agar hak para ASN tidak terganggu.
Guru, tenaga kesehatan, PPPK, semuanya menggantungkan hidupnya dari situ. Jadi, jangan sampai ada yang gajinya tidak dibayar tepat waktu. Kalau ini sampai telat, yang rugi bukan cuma mereka, tapi juga pelayanan ke masyarakat,”
kata Kholid, Kamis, 6 Agustus 2026.
490 Pemda Terancam Kesulitan Bayar Gaji ASN


Menurutnya, persoalan kekurangan anggaran belanja pegawai kini bukan lagi dialami segelintir daerah. Sekitar 490 pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal sehingga berpotensi mengganggu pelayanan publik jika tidak segera ditangani.
Karena itu, ia meminta pemerintah mempercepat penetapan tambahan TKD sebagai jalan keluar bagi daerah yang belum mampu menutup kebutuhan belanja pegawai.
Ini bukan lagi persoalan satu-dua daerah. Karena skalanya sudah cukup luas dan bisa berdampak sistemik terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah,”
tegasnya.
Daerah Diminta Tetap Efisien


Di sisi lain, Kholid mengingatkan pemerintah daerah tetap harus melakukan efisiensi anggaran. Belanja yang tidak menjadi prioritas perlu dipangkas, sementara alokasi anggaran ditata ulang tanpa mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Ia juga mendesak Menteri Keuangan dan Menteri Dalam Negeri segera menyelesaikan perhitungan kebutuhan tambahan TKD, melaporkannya kepada Presiden, sekaligus memberikan kepastian kepada pemerintah daerah.
Kami minta Pak Purbaya dan Pak Tito segera melaporkan hasil hitungannya kepada Presiden dan mengumumkan kepastiannya. Jangan sampai ASN di daerah menanggung akibat dari proses administrasi yang berlarut-larut,”
ujarnya.
























