Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Soal Viral Nakes Hujat Pasien BPJS, Anggota DPR Ini Desak Evaluasi Etika Nakes

Bukan hanya sistem layanan, tetapi juga sikap sejumlah oknum tenaga kesehatan yang diduga merespons keluhan pasien.

Seorang dokter membaewa stetoskop.
Seorang dokter membaewa stetoskop. (Pixabay)

Anggota Komisi IX DPR RI, Muhammad Haris menilai meninggalnya peserta BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan setelah sempat mengeluhkan lamanya mendapat ruang perawatan menjadi tamparan bagi pelayanan kesehatan. 

Ia menyoroti bukan hanya sistem layanan, tetapi juga sikap sejumlah oknum tenaga kesehatan yang diduga merespons keluhan pasien dengan komentar tak berempati di media sosial. Padahal, pasien itu seharusnya dapat dukungan karena sedang berjuang melawan penyakit, bukan malah mendapatkan sasaran cibiran.

Pasien adalah manusia yang sedang membutuhkan pertolongan dan penguatan, bukan cibiran ataupun perundungan,”

kata Haris dalam keterangannya, Kamis, 6 Agustus 2026. 

Keluhan Pasien Jadi Bahan Evaluasi

Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta
Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym)

Menurutnya, keluhan pasien harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki mutu pelayanan, bukan dianggap sebagai serangan terhadap profesi tenaga kesehatan.

Iklan

Keluhan pasien adalah bagian dari evaluasi pelayanan. Respons yang tepat adalah mendengarkan, mengevaluasi, lalu memperbaiki,”

ujarnya.

Haris juga meminta pemerintah, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit mengevaluasi persoalan lamanya waktu tunggu pasien memperoleh ruang perawatan. 

Menurutnya, masyarakat tidak boleh merasa penggunaan BPJS identik dengan pelayanan yang lambat dan tanpa kepastian.

Persoalan ketersediaan tempat tidur, tata kelola rujukan, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan harus terus dibenahi,”

katanya.

Perlu Pembinaan Nakes

Ilustrasi dokter
ilustrasi dokter (Sumber: Pixabay)

Ia turut mendorong organisasi profesi, rumah sakit, dan institusi pendidikan kesehatan memperkuat pembinaan etika profesi serta literasi bermedia sosial bagi tenaga kesehatan. 

Menurut Haris, ulah segelintir oknum tidak boleh merusak kepercayaan publik terhadap profesi tenaga kesehatan.

Harus ada evaluasi dan pembinaan yang serius agar kejadian serupa tidak terulang,”

tuturnya.

Haris berharap kasus Yurizal menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari empati dan penghormatan terhadap martabat pasien.

Jangan sampai ada lagi pasien yang merasa sendirian ketika mencari pertolongan,”

tegasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.