Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyoroti kabar sekitar satu juta orang berpendidikan dan memiliki kompetensi tinggi justru belum mendapatkan pekerjaan. Ia khawatir kondisi itu menjadi peluang bagi negara lain untuk menarik talenta Indonesia.
Untuk itu, Megawati meminta persoalan tersebut tidak dianggap sebagai bahan candaan. Menurutnya, jika benar ada sekitar satu juta orang pintar yang tidak terserap pekerjaan, pemerintah harus segera memikirkan solusinya.
Jangan ketawa, loh. Bayangkan, saya dengar katanya ada sekitar satu juta orang pintar yang sekarang tidak mendapat pekerjaan. Hati-hati, kalau nanti mereka justru diambil oleh negara-negara lain,”
kata Megawati saat pidato dalam acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Dasar Negara II: Masa Reses dan Sidang Kedua Badan Penyelidikan Usaha-usaha Kemerdekaan (BPUPK) 10-17 Juli 1945 yang digelar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.
Tidak Ada Lapangan Kerja
Megawati mengaku ikut pusing memikirkan kondisi tersebut. Ia mempertanyakan bagaimana mungkin orang-orang yang telah menempuh pendidikan dan memiliki kemampuan justru tidak memiliki ruang untuk bekerja.
Coba jangan ketawa, saya saja sudah pusing memikirkannya. Kok lucu ya, tidak ada pekerjaan?”
ujarnya.
Menurut Megawati, persoalan tersebut seharusnya dikaitkan dengan tujuan pendidikan. Ia mempertanyakan arah pendidikan jika setelah menyelesaikan sekolah, seseorang justru tidak memiliki akses terhadap pekerjaan.
Nah, terus kalau sekolah, tujuannya ke mana? Gitu, loh,”
kata Megawati.


Butuh Manusia Paripurna
Megawati menilai Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang bukan hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter. Ia menyebut konsep tersebut sebagai manusia Indonesia yang paripurna.
Indonesia memerlukan yang namanya manusia Indonesia itu paripurna. Manusia paripurna itu apa? Pintar, berakhlak, nah. Itu,”
ujarnya.
Karena itu, menurut Megawati, persoalan satu juta orang pintar yang tidak mendapatkan pekerjaan tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata.
Menurutnya, jika tidak segera ditangani, Indonesia justru berpotensi kehilangan talenta yang telah dibentuk melalui pendidikan.
Pernyataan Megawati tersebut disampaikan saat ia menyinggung pentingnya kualitas manusia Indonesia. Ia mengatakan pemikirannya mengenai karakter dan manusia Indonesia telah melalui proses perenungan.
Saya sudah membuat untuk partai saya dengan renungan loh,”
tutur Megawati.


























