Presiden Prabowo Subianto menyoroti kebutuhan tenaga dokter di berbagai daerah dalam pidato kenegaraannya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI.
Perhatian pemerintah seiring dengan rencana penguatan fasilitas kesehatan dan pemerataan layanan medis hingga ke tingkat kabupaten dan kota,”
kata Presiden Prabowo Subianto Jumat 14 Agustus 2026.
Menurut Prabowo, pemerintah masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis.
Kebutuhan tersebut menjadi tantangan di tengah rencana pemerintah memperkuat layanan kesehatan di daerah.
Pemerintah berencana membangun dan merevitalisasi ratusan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar setiap kabupaten dan kota memiliki fasilitas kesehatan yang memadai.
RSUD tersebut nantinya akan diperkuat untuk menangani sejumlah penyakit penyebab kematian tertinggi. Sebelumnya, pemerintah juga telah membangun 66 rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari jumlah tersebut, 22 rumah sakit telah beroperasi.
Sembilan Fakultas Kedokteran
Untuk mengejar kebutuhan tenaga medis, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baruserta170 program studi spesialis dan subspesialis. Program tersebut dikembangkan melalui perguruan tinggi maupun rumah sakit.
Selain menambah kapasitas pendidikan dokter di dalam negeri, pemerintah juga mempertimbangkan mendatangkan dokter dari negara lain untuk praktik di Indonesia dalam waktu terbatas.
Opsi tersebut dipertimbangkan agar masyarakat tidak harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Bila perlu, kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas,”
ujar Prabowo.
Akses Layanan Kesehatan
Prabowo menyebut pemerintah telah membawa sejumlah alat pemeriksaan seperti CT scan, mamografi, USG, dan alat pemeriksaan jantung ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke daerah lain.
Selain itu, pemerintah juga berencana menghadirkan klinik di setiap gerai Koperasi Merah Putih yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan melalui jarak jauh.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses kesehatan.
Rakyat kita menuntut, berharap pelayanan kesehatan secepat mungkin. Kita tidak boleh berpikir normatif, kita harus berani berpikir inovatif,”
ujar Prabowo.
























