Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Politik

Pasien Meninggal Usai Berjam-jam Tunggu Kamar RS, DPR Bongkar Masalah Besar Layanan Kesehatan

Heboh pasien meninggal karena diduga terlantar menunggu kamar di RS. DPR sentil sistem rujukan dan kapasitas rumah sakit.

Ilustrasi Gedung DPR
Ilustrasi Gedung DPR/Doc. Owrite/Acel

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris menyoroti kasus pasien yang meninggal dunia setelah menunggu kamar rumah sakit selama berjam-jam.

Menurutnya, peristiwa tersebut jadi alarm bahwa sistem pelayanan kesehatan di Indonesia masih menyimpan persoalan mendasar yang harus segera dibenahi.

Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya almarhum. Apa pun penyebab akhirnya, setiap pasien berhak diperlakukan dengan hormat, bermartabat, dan penuh empati ketika sedang berjuang menghadapi sakit,”

kata Charles, Rabu, 5 Agustus 2026.

Selain persoalan layanan rumah sakit, Charles juga menyoroti dugaan adanya tenaga kesehatan yang memberikan komentar tak berempati kepada pasien melalui media sosial.

Iklan

Menurutnya, sikap seperti itu tak sejalan dengan nilai-nilai profesi tenaga kesehatan.

Kritik atau keluhan pasien tidak boleh dibalas dengan ejekan atau penghinaan,”

ujarnya.

Charles minta organisasi profesi maupun institusi tempat tenaga kesehatan tersebut bekerja melakukan pemeriksaan secara objektif. Jika terbukti melanggar kode etik, ia menilai sanksi harus diberikan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, politikus PDI Perjuangan itu menilai kasus itu tak bisa hanya dipandang sebagai persoalan individu.

Menurutnya, peristiwa itu juga mencerminkan masih terbatasnya kapasitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah.

Ia menyebut ketersediaan fasilitas kesehatan, tempat tidur rumah sakit, hingga jumlah tenaga kesehatan di banyak wilayah masih belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.

Kondisi itu, kata dia, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan pemerintah.

Maka itu, Charles minta pemerintah memprioritaskan anggaran negara untuk perkuat layanan kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat dibanding program-program yang tak berdampak langsung terhadap pelayanan.

Menurutnya, penguatan layanan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penambahan fasilitas kesehatan, pemenuhan tenaga kesehatan, hingga pembenahan sistem rujukan agar pasien tidak lagi terlantar saat membutuhkan penanganan medis.

Penggunaan anggaran negara harus benar-benar diprioritaskan untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang langsung dirasakan masyarakat,”

tuturnya.

Charles berharap kasus serupa tak kembali terjadi. Ia menekankan tujuan utama sistem kesehatan adalah memastikan setiap warga memperoleh pelayanan yang cepat, layak, dan manusiawi ketika membutuhkan pertolongan medis.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.