Akademisi Universitas Gadjah Mada Media Wahyudi Askar, mengkritik pengelolaan anggaran negara yang menurutnya terlalu terpusat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes).
Ditegaskan Menteri Perekonomian dalam Kabinet Bayangan itu, kebijakan tersebut berdampak pada tersendatnya perputaran uang di tingkat desa setelah dana desa dipotong, sehingga penciptaan lapangan kerja di daerah ikut terhambat.
Saya kira apa yang terjadi hari ini ketika MBG, Kopdes dikontrol oleh pusat, implikasinya adalah uang itu tidak berputar di bawah,”
kata Media di Universitas Indonesia, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menambahkan, pemusatan pengelolaan anggaran membuat desa kehilangan ruang untuk menggerakkan aktivitas ekonomi di wilayahnya sendiri.







