Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan disiplin fiskal tak berhenti setelah anggaran disahkan. Prabowo menyoroti pentingnya efisiensi dalam setiap rupiah yang dibelanjakan.
Efisiensi itu termasuk konsolidasi pengadaan barang dan jasa di kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di hadapan DPR RI dan DPD RI di Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Prabowo menilai pengadaan pemerintah yang dilakukan secara terpisah dapat melemahkan daya tawar negara.
Prabowo menyoroti masih adanya kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang membeli barang dengan spesifikasi serupa secara sendiri-sendiri. Ia menilai pola ini memecah koordinasi.
Padahal, seharusnya pemerintah pusat dan daerah tidak bertindak seperti pembeli yang terpisah karena seluruhnya merupakan bagian dari pemerintah Republik Indonesia.
Maka itu, Prabowo memaparkan data Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang menunjukkan konsolidasi pengadaan pemerintah daerah telah menghasilkan efisiensi sebesar 20,86 persen pada 2025 dan 25,43 persen pada 2026.
Menurutnya, efisiensi dengan konsolidasi ini dapat semakin besar jika dilakukan secara luas dan disiplin dengan memanfaatkan katalog elektronik, perencanaan berbasis data, serta praktik pengadaan terbaik.
Hemat Rp360 Triliun
Dari total belanja pengadaan yang mencapai sekitar Rp1.200 triliun, pemerintah memperkirakan konsolidasi dapat menghasilkan efisiensi hingga 30 persen atau sekitar Rp360 triliun dalam satu tahun.
Kita bisa berbuat sangat banyak dengan Rp360 triliun itu,”
kata Prabowo di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Prabowo juga mencontohkan pengadaan layar pintar interaktif. Sebelumnya, pemerintah daerah membeli perangkat tersebut secara terpisah dengan harga sekitar Rp150 juta per unit.
Setelah pembelian dikonsolidasikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), harga perangkat dapat ditekan menjadi sekitar Rp26 juta per unit.
Ia menyebut harga tersebut sudah mencakup biaya pengiriman dan pemasangan hingga ke wilayah terpencil, terluar, dan tertinggal.
Ini penghematan hampir enam kali lipat dari harga, ini riil,”
kata Prabowo.
Pun, ia menyampaikan pemerintah ke depan akan memperluas konsolidasi terhadap barang dan jasa yang memiliki kebutuhan serupa. Langkah itu diharapkan bisa perkuat daya tawar pemerintah sekaligus mengurangi pemborosan dalam belanja negara.
Prabowo juga menyampaikan rencana untuk meningkatkan kelembagaan LKPP menjadi Badan Pengadaan Pemerintah. Untuk menjalankan rencana tersebut, ia meminta dukungan DPR RI.






















