Presiden Prabowo Subianto melempar wacana konsep ambulans udara hingga ‘dokter terbang‘ untuk mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Istilah dokter terbang itu pun disorot publik.
Istana melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan konsep dokter terbang muncul karena luasnya wilayah Indonesia. Selain itu, belum meratanya jangkauan fasilitas Kesehatan juga jadi perhatian Prabowo.
Kenapa kemudian muncul juga ide mengenai dokter terbang? Istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas. Jangkauan fasilitasnya belum merata,”
kata Prasetyo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Minggu, 16 Agustus 2026.
Menurut Prasetyo, layanan dokter terbang nanti ditujukan untuk percepat penanganan kesehatan di daerah-daerah terpencil. Konsep ini nantinya akan menggunakan moda transportasi udara, termasuk helikopter sebagai unit reaksi cepat kesehatan.
Di beberapa negara, di beberapa wilayah itu juga menerapkan hal yang sama. Untuk unit reaksi cepat kesehatan itu juga ada yang berbasis helikopter,”
ujar politikus Partai Gerindra itu.
Prasetyo mengatakan penggunaan helikopter ditujukan agar tenaga kesehatan bisa melakukan penanganan dengan lebih cepat di daerah yang sulit dijangkau.
Meski demikian, ia menegaskan konsep dokter terbang tidak berarti seluruh desa atau kelurahan akan memiliki moda transportasi udara.
Prasetyo menyebut gagasan tersebut muncul sebagai salah satu upaya pemerintah memperpendek jarak dan waktu pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di wilayah paling jauh.
Terkait pelaksanaannya, Prasetyo mengatakan konsep dokter terbang masih dalam proses pengerjaan. Pemerintah juga terus mengkaji bentuk layanan yang paling sesuai dengan kondisi wilayah Indonesia.






















