Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memantau langsung penanganan pascagempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman menjelaskan Kepala Basarnas bersama rombongan tiba di Flores pada Minggu, 16 Agustus 2026. Syafii dijadwalkan memonitor sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai Timur.
Bapak Kepala Basarnas bersama rombongan telah tiba dan dijadwalkan meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Manggarai Timur,”
kata Fathur dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Selain mengerahkan tim SAR gabungan di darat, Basarnas juga mengerahkan helikopter di Bandara Komodo, Labuan Bajo. Armada itu dipersiapkan untuk mendukung evakuasi medis melalui jalur udara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
Helikopter Basarnas juga telah disiagakan untuk mendukung proses evakuasi medis udara secara cepat apabila diperlukan,”
ujarnya.
Adapun operasi pencarian dan penyisiran darat masih dilakukan di Kabupaten Manggarai dan Nagekeo. Pada hari kedua operasi berdasarkan Rencana Operasi (RenOps), tim SAR gabungan menyisir sejumlah wilayah hingga radius 6,3 kilometer.
Upaya penyisiran dilakukan dengan menyasar Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, serta Kelurahan Mbay.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dan pemantauan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Data sementara korban
Dari pendataan dan verifikasi faktual hingga Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 14.00 WITA, tercatat 51 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Selain itu, dari laporan sementara, ada 132 orang mengalami luka berat maupun ringan. Dengan demikian, total korban terdampak yang telah terdata mencapai 183 orang.
Fathur menyampaikan data korban masih bersifat dinamis. Pembaruan akan terus dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta berbagai unsur potensi SAR.
Operasi pencarian dan pertolongan sejauh ini masih berlanjut. Tim SAR gabungan akan menyesuaikan kegiatan dengan perkembangan situasi serta hasil evaluasi di lapangan.


























