Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 20 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Nasional / Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan
Nasional

Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Agustus 20, 2026 6:15 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
1 jam lalu
Share
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026).
Pelajar menyantap paket menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Babadan, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (26/5/2026). (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko/wsj.)
SHARE

Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD) menghadapi tantangan besar pada kesiapan guru dan sekolah yang belum merata.

Daftar isi Konten
  • Ketimpangan Antar Sekolah
  • Jangan Tunduk Pada ‘Pasar’

Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengingatkan kebijakan tersebut tidak boleh hanya dirancang berdasarkan kondisi sekolah di kota-kota besar.

Baca juga:
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran: Tiga Tafsir di Balik Momen Akrab di… Momen Presiden Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)…
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya Momen Presiden Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan…
Prabowo Mau Bahasa Asing Dimulai Kelas 1 SD, Ahli Linguistik:… Wacana pengenalan bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD) yang disampaikan…
  • Prabowo Diapit Jokowi-Gibran: Tiga Tafsir di Balik Momen Akrab di Istana
  • Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya
  • Prabowo Mau Bahasa Asing Dimulai Kelas 1 SD, Ahli Linguistik: Metode Salah…

Koordinator Advokasi Sekretariat Nasional JPPI Ari Hardi mengatakan, ketersediaan guru dan kesiapan sekolah menjadi persoalan yang harus diperhatikan pemerintah sebelum kebijakan tersebut diterapkan secara nasional.

Belum merata (ketersediaan guru dan sekolah). Dan inilah yang harus menjadi alarm pemerintah,”

kata Ari pada Owrite, Kamis, 20 Agustus 2026.
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak SD, JPPI Bongkar Risiko yang Diam-Diam Mengancam Anak

Ketimpangan Antar Sekolah

Menurutnya, pemerintah tidak dapat mengukur kesiapan pendidikan Indonesia hanya berdasarkan sekolah-sekolah unggulan di Jakarta, Surabaya, Bandung, maupun kota besar lainnya.

Kondisi sekolah yang kekurangan guru dan berada di wilayah terpencil, justru harus menjadi tolok ukur dalam menentukan kesiapan penerapan kebijakan.

Ari pun mengingatkan penerapan standar pembelajaran yang sama tanpa pemerataan dukungan sumber daya, berpotensi memperlebar ketimpangan antarsekolah.

Baca juga:
Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak SD, JPPI Bongkar Risiko… Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengingatkan Presiden Prabowo Subianto agar tak hanya…
4 Kasta Guru Terungkap, Honorer Disebut Bisa Kerja 50 Jam… Profesi guru pada dasarnya memiliki tanggung jawab yang sama, yakni mendidik dan…
Prabowo Bilang Rapor Pemerintahannya “Oke”, Tapi Pengamat Lihatnya Begini Soal… Klaim Presiden Prabowo Subianto bahwa rapor hampir dua tahun pemerintahannya “oke” dinilai…
  • Prabowo Ingin Bahasa Asing Diajarkan Sejak SD, JPPI Bongkar Risiko yang Diam-Diam…
  • 4 Kasta Guru Terungkap, Honorer Disebut Bisa Kerja 50 Jam tapi Pendapatan…
  • Prabowo Bilang Rapor Pemerintahannya “Oke”, Tapi Pengamat Lihatnya Begini Soal Keberhasilan

Kalau pemerintah menetapkan target yang sama tetapi memberikan sumber daya yang berbeda, maka negara sebenarnya sedang menciptakan ketidakadilan dengan menggunakan standar yang sama,”

tegasnya.

Selain persoalan guru, JPPI juga menilai pemerintah tidak perlu menjadikan seluruh bahasa asing sebagai kewajiban dalam kurikulum nasional.

Bahasa Inggris dapat menjadi prioritas karena kebutuhan komunikasi global. Bahasa lain bisa dikembangkan berdasarkan konteks dan kebutuhan daerah,”

ujarnya.

Ari mencontohkan sekolah di daerah yang memiliki hubungan ekonomi kuat dengan Jepang dapat mengembangkan pembelajaran bahasa Jepang. Sementara daerah dengan karakter perdagangan tertentu dapat memiliki pilihan bahasa asing lain yang relevan.

Prinsipnya adalah diversifikasi pilihan, bukan uniformitas kewajiban,”

ujarnya.

Jangan Tunduk Pada ‘Pasar’

Ia juga mengingatkan penentuan bahasa asing yang diajarkan tidak semestinya hanya didasarkan pada survei mengenai bahasa yang paling dibutuhkan dunia kerja. Menurutnya, pendidikan tidak boleh sepenuhnya tunduk pada kebutuhan pasar tenaga kerja.

JPPI juga meminta pemerintah memastikan kebijakan tersebut tidak menciptakan kesenjangan baru. Penguasaan bahasa asing harus menjadi bagian dari hak pendidikan yang dapat diakses seluruh anak, bukan kemampuan yang hanya dinikmati mereka yang berasal dari keluarga mampu.

Yang lebih penting, jangan sampai bahasa asing menjadi komoditas yang hanya bisa dinikmati anak dari keluarga mampu melalui kursus dan sekolah unggulan,”

tutur Ari.

Karena itu, sebelum menetapkan target pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 SD, pemerintah dinilai perlu memastikan pemerataan guru, fasilitas, kualitas pengajaran, serta dukungan bagi sekolah-sekolah di wilayah tertinggal.

Tanpa langkah tersebut, kebijakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing global justru berisiko memperlebar kesenjangan pendidikan nasional.

Tag:Bahasa AsingguruHeadlineJPPIpelajar sdPrabowo SubiantoPresidenSekolah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Prabowo Belum Bisa Lepas dari Bayang-bayang Jokowi, Ini Penyebabnya
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
1
Baru Tumbuh 1,26 Persen, BI Sentil Bank yang Pelit Salurkan Kredit UMKM
By Anisa Aulia
Calon Tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti. (Sumber: IG @destrydamayanti)
2
Aston Villa Buka Era Baru dengan Zion Suzuki, Emiliano Martinez Terancam Kehilangan Posisi
By Hadi Febriansyah
Kiper Timnas Jepang Zion Suzuki saat berkostum Parma.
3
Polda Metro “Lompat” ke Bogor, Ahli Soroti Yurisdiksi Penggeledahan Rumah Febrie
By Rahmat Baihaqi
Ahli hukum tata negara Universitas Tarumanagara, Rasji, dihadirkan sebagai saksi ahli kubu eks Jampidsus Febrie Adriansyah dalam gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 20 Agustus 2026.
4
601 Kecelakaan Kapal, 239 Korban Meninggal: DPR Sorot “Mesin Pembunuh di Laut”
By Rika Pangesti
Suasana rapat kerja Komisi V DPR bersama pemerintah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Penerjun Kopassus mengibarkan potret kepresidenan Presiden Prabowo Subianto di langit Jakarta saat HUT ke-81 RI, Senin, 17 Agustus 2026. (Sumber: BPMI Sekretariat Presiden)
Nasional

Efisiensi Tak Berlaku Buat Pemerintah, Kemensesneg Gelontorkan Rp305 Juta Buat Beli Merpati Di HUT RI

Staf Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Z. Azhim Syah menyoroti pengadaan burung…

iren natania longdongRahmat Tunny OWRITE
By
Natania Longdong
Rahmat Tunny
43 detik lalu
Perawat melakukan penanganan ke salah satu pasien yang dirawat di tenda darurat di RSUD TC Hillers, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
Nasional

Ada PPPK Paruh Waktu Cuma Digaji Rp260 Ribu per Bulan, APKSI Bongkar Buramnya Kesejahteraan Nakes

Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) mengungkap ada PPPK paruh waktu yang…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
2 jam lalu
Prajurit TNI sita barang bukti di tempat persembunyian TPNPB-OPM, Sabtu, 21 Maret 2026, di Kampung Topo, Nabire.
Nasional

9 Anak Disandera OPM, Eks Prajurit TNI: Salah Langkah Sandera Bisa Jadi Korban

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) yang berafiliasi dengan Organisasi Papua Merdeka…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
2 jam lalu
Viral barisan guru honorer yang dipisahkan saat upacara HUT RI.
Nasional

Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS, DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Daerah 3T

Langkah pemerintah pusat yang membuka perhatian terhadap keberlanjutan status dan kesejahteraan guru…

Rahmat Tunny OWRITEAmin-Suciady-Owrite
By
Rahmat Tunny
Amin Suciady
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up