Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mengungkap sekitar 74 persen titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan berada di dalam kawasan konsesi perusahaan.
Pengkampanye Pangan dan Ekosistem Esensial WALHI Musdalifah Jamal mengatakan pihaknya mencatat terdapat 34.262 titik panas di seluruh Pulau Kalimantan sepanjang Januari-Juli 2026. Dari jumlah itu, sebanyak 25.524 titik atau sekitar 74 persen berada di kawasan konsesi perusahaan.
Secara keseluruhan, khusus untuk di Pulau Kalimantan, kami mencatat sekitar 34.262 titik hotspot dengan luas indikatif kebakaran hutan dan lahan itu mencapai kurang lebih 33.837 hektare,”
kata Musdalifah kepada Owrite, Senin, 24 Agustus 2026.
Dia menekankan data Walhi sekitar 74 persen dari total hotspot di dalam kawasan konsesi perusahaan itu menunjukkan fenomena lain.







