Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Enam Korporasi di Kalimantan dalam Proses Pencabutan Izin Terkait Karhutla

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengungkapkan pemerintah tengah memproses pencabutan izin terhadap enam korporasi yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kedua kiri), Gubernur Sumatera Sleatn Herman Deru (kanan), Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar (kiri), Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin Netta Indian (ketiga kiri) dan Bupati Kabupaten PALI Asgianto (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai rapat kordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026). Rapat tersebut membahas penanganan karhutla dan penegakan hukum terhadap perusahaan yang sengaja melakukan pembakaran lahan di daerah tersebut untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (tengah) didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kedua kiri), Gubernur Sumatera Sleatn Herman Deru (kanan), Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI) Panca Wijaya Akbar (kiri), Wakil Bupati Kabupaten Banyuasin Netta Indian (ketiga kiri) dan Bupati Kabupaten PALI Asgianto (kedua kanan) menjawab pertanyaan wartawan usai rapat kordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (31/8/2026). Rapat tersebut membahas penanganan karhutla dan penegakan hukum terhadap perusahaan yang sengaja melakukan pembakaran lahan di daerah tersebut untuk memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, mengungkapkan pemerintah tengah memproses pencabutan izin terhadap enam korporasi yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Dia mengklaim bahwa pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pembakaran hutan dan lahan secara ilegal. Penindakan, kata dia, berlaku bagi seluruh pihak tanpa membedakan skala perusahaan.

Perintah Pak Presiden, clear ya. yang kecil maupun yang besar ya, yang secara ilegal ada pidananya melakukan tindakan pidana pembakaran itu akan kita hukum,”

kata Raja Juli usai Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, Senayan, Jakarta, dikutip Rabu, 2 September 2026.

Dijelaskannya, enam korporasi tersebut saat ini masih menjalani proses administrasi untuk pencabutan izin. Di sisi lain, pemerintah juga tengah melakukan penyelidikan terhadap puluhan badan usaha yang diduga berkaitan dengan karhutla.

Iklan

Jadi enam ini sudah secara administrasi dalam proses pencabutan, masih administrasi. Ada 40 yang sedang berproses pidana, termasuk tadi saya mencatat ada 82 di kepolisian yang juga pidana. Jadi kita tidak main-main,”

ungkap dia.

Pilihan EditorRahmat Baihaqi

Belasan Perusahaan Diduga Jadi Biang Karhutla, Kerugian Capai Rp5,30 Triliun

Janji Ungkap Korporasi

Raja Juli menambahkan, pemerintah akan mengumumkan nama-nama korporasi yang terbukti terlibat setelah proses hukum berjalan. Dirinya memastikan enam korporasi yang sedang dalam proses pencabutan tersebut berada di wilayah Kalimantan.

Nanti karena ini sudah masuk ranah hukum, nanti akan kami umumkan secara resmi. Yang saya tahu ada 6 di Kalimantan kemudian ada 42 di kami yang sedang berproses,”

ujarnya.

Ia juga menyebut masih terdapat sejumlah data penanganan kasus karhutla yang melibatkan kepolisian dan perlu disinkronkan untuk memastikan jumlah serta status badan usaha yang sedang diproses.

Jadi yang 19 ini apakah bagian yang kerja sama dengan kepolisian, yang mana saya belum tahu,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal