Pergantian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo oleh Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri mengakhiri periode kepemimpinan Listyo yang berlangsung sekitar lima tahun.

Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menilai sejumlah kasus besar menjadi bagian dari catatan masyarakat terhadap kepemimpinan Listyo selama memimpin Polri.

Kapolri Listyo Sigit selama lima tahun ini memberikan catatan-catatan di hati masyarakat, baik catatan negatif maupun positif,”

kata Bambang kepada Owrite, Minggu, 4 Oktober 2026.

Bambang menyebut sejumlah kasus besar yang terjadi selama periode kepemimpinan Listyo Sigit, di antaranya kasus Ferdy Sambo, Teddy Minahasa, hingga tragedi Kanjuruhan.

Ada banyak kasus di era kepemimpinan Pak Listyo Sigit. Kasus Sambo, kemudian kasus Teddy Minahasa, kasus Kanjuruhan yang kemarin diingatkan, dan kasus-kasus yang lain,”

bebernya.

Penilaian Masyarakat

Menurut Bambang, berbagai kasus tersebut kemudian menjadi bagian dari penilaian masyarakat terhadap cara Listyo menjalankan kewenangannya sebagai Kapolri.

Ini tentu menjadi catatan di hati masyarakat terkait dengan bagaimana kepemimpinan Pak Listyo Sigit memimpin Polri,”

jelasnya.

Bambang mengatakan penilaian terhadap kepemimpinan Listyo juga berkaitan dengan tugas utama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan perlindungan dan pelayanan.

Sehingga menjaga dan melaksanakan kewenangannya, menjaga kamtibmas, serta melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,”

terangnya.

Pergantian pucuk pimpinan Polri kini membawa Suyudi Ario Seto ke posisi Kapolri. Dengan pergantian tersebut, berbagai catatan selama kepemimpinan Listyo menjadi bagian dari evaluasi publik terhadap perjalanan institusi kepolisian.

Bambang menilai catatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan sisi negatif, tetapi juga harus dilihat secara keseluruhan sebagai rekam jejak Listyo selama menjabat Kapolri.