Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Kabut Asap Karhutla Makin Mengancam! DPR Desak Pemerintah Lindungi Anak-anak hingga Ibu Hamil

"Ketika kabut asap semakin pekat dan kualitas udara memburuk, yang paling penting adalah memastikan masyarakat terlindungi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan harus mendapatkan perhatian khusus,” ujar Netty.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher
Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher. (Foto: Antara)

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah Kalimantan. 

Ia menegaskan, kabut asap dan memburuknya kualitas udara bukan semata persoalan lingkungan, melainkan juga ancaman bagi kesehatan serta aktivitas masyarakat.

Ketika kabut asap semakin pekat dan kualitas udara memburuk, yang paling penting adalah memastikan masyarakat terlindungi. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan harus mendapatkan perhatian khusus,”

kata Netty lewat pesan tertulis kepada Owrite, Selasa, 13 Oktober 2026.

Penyampaian Informasi Harus Jelas

Netty menilai, penanganan karhutla perlu berjalan beriringan dengan mitigasi dampak kesehatan. Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit perlu meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta gangguan kesehatan lain akibat paparan asap.

Iklan

Ia juga mendorong penyampaian informasi kualitas udara secara berkala dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat. 

Informasi tersebut, menurutnya, harus disertai panduan yang jelas mengenai pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai, serta langkah yang perlu dilakukan ketika muncul gejala gangguan pernapasan.

Jangan sampai masyarakat hanya mengetahui bahwa udara sedang buruk, tetapi tidak mendapatkan panduan mengenai apa yang harus dilakukan. Informasi harus diikuti dengan layanan kesehatan yang siap, akses pemeriksaan, dan penanganan yang cepat bagi warga terdampak,”

jelasnya.

Selain penanganan dampak kesehatan, Netty menilai pengendalian karhutla membutuhkan koordinasi lintas sektor yang konsisten. 

Upaya pemadaman, pemantauan titik api, perlindungan kawasan gambut, serta penegakan hukum terhadap pembakaran lahan harus dilakukan secara terpadu agar kebakaran tidak terus berulang.

Apresiasi Petugas dan Relawan

Ia mengapresiasi kerja petugas gabungan dan relawan yang terus berupaya menangani kebakaran di lapangan. 

Namun, Netty mengingatkan bahwa upaya tersebut perlu diperkuat dengan pencegahan sejak dini, dukungan sarana yang memadai, dan evaluasi terhadap efektivitas penanganan di wilayah rawan.

Pemadaman memang penting, tetapi pencegahan tidak boleh tertinggal. Kita perlu memastikan kesiapsiagaan berjalan sebelum kebakaran meluas dan masyarakat terpapar asap dalam waktu lama,”

tegasnya.

Netty menegaskan, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi bagian integral dari kebijakan penanganan karhutla. 

Pemerintah perlu memastikan respons darurat tidak hanya berorientasi pada pemadaman api, tetapi juga pada keselamatan warga, keberlanjutan layanan kesehatan, dan pemulihan lingkungan.

Negara harus hadir dalam dua hal sekaligus, mengendalikan kebakaran dan melindungi masyarakat dari dampaknya. Keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya diukur dari berkurangnya titik api, tetapi juga dari terjaganya kesehatan dan keselamatan warga,”

tutup Netty.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal