Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan melontarkan kritik keras terhadap penanganan berbagai persoalan tersebut.
Dalam siaran pers bertajuk Seruan Aksi #KalselLumpuh yang diterima tim Owrite pada Jumat, 16 Oktober 2026, ia menyebut kondisi yang terjadi bukan sekadar bencana alam lagi.
Ini bukan sekadar bencana alam. Ini adalah kegagalan negara yang sistematis dan berulang,”
tulis Athof dalam siaran pers tersebut pada 16 Oktober 2026.
Athof menyoroti masyarakat yang harus menghadapi berbagai persoalan sekaligus. Mulai dari karhutla yang disebut merambat ke tepi permukiman, pemadaman listrik tanpa kepastian pemulihan, krisis air bersih akibat kekeringan, hingga antrean BBM.
Empat Tuntutan Mahasiswa
Melalui aksi tersebut, para penginisiasi menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah. Mereka mendesak penanganan karhutla secara serius, pemulihan pasokan listrik, penyediaan air bersih darurat, serta pemerataan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Athof juga menyebut para penginisiasi telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut melalui jalur resmi. Namun, mereka menilai upaya itu belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Kami telah menunggu. Telah menyampaikan lewat jalur-jalur resmi. Hasilnya nihil,”
tulisnya.
Menurut para penginisiasi, persoalan yang dihadapi masyarakat Kalsel tidak bisa terus dibiarkan tanpa penyelesaian.
Aksi ini menjadi sarana untuk menyuarakan keluhan warga sekaligus mendesak pemerintah mengambil langkah nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Mereka juga menyoroti posisi Kalimantan yang memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi dinilai belum mendapatkan perhatian yang sepadan dalam menghadapi persoalan yang berdampak pada kehidupan warganya.
Kalimantan adalah bagian dari Indonesia dan sudah terlalu lama diperlakukan seolah bukan,” t
ulis Athof dalam siaran pers tersebut.
Melalui #KalselLumpuh, para penginisiasi menuntut pemerintah segera menangani karhutla dan memulihkan layanan dasar masyarakat.
Mereka menegaskan bahwa kebutuhan warga, mulai dari listrik, air bersih, hingga BBM, harus menjadi prioritas penanganan.