Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Karhutla, Listrik Padam hingga BBM Langka, BEM UI Sentil Pemerintah Lewat Aksi #KalselLumpuh

Kalsel tak hanya bergulat dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga pemadaman listrik berulang, krisis air bersih, hingga kelangkaan bahan bakar minyak

Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan
Pengendara sepeda motor melintas di Jalan Gubernur Syarkawi yang tertutup kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.)

Kalimantan Selatan (Kalsel) tak hanya bergulat dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga pemadaman listrik berulang, krisis air bersih, hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Berbagai persoalan ini mendorong mahasiswa dan elemen masyarakat sipil menyerukan aksi untuk mendesak pemerintah segera bertindak.

Melalui gerakan #KalselLumpuh, BEM Universitas Indonesia (UI), BEM Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Aksi Kamisan Kalsel, GMNI, KMHDI, dan sejumlah elemen masyarakat sipil menginisiasi Aksi Mimbar Bebas Rakyat Kalimantan pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 07.30 WITA di Bundaran Kayu Tangi, Banjarmasin.

Iklan

Ketua BEM UI Yatalathof Ma’shum Imawan melontarkan kritik keras terhadap penanganan berbagai persoalan tersebut.

Dalam siaran pers bertajuk Seruan Aksi #KalselLumpuh yang diterima tim Owrite pada Jumat, 16 Oktober 2026, ia menyebut kondisi yang terjadi bukan sekadar bencana alam lagi.

Ini bukan sekadar bencana alam. Ini adalah kegagalan negara yang sistematis dan berulang,”

tulis Athof dalam siaran pers tersebut pada 16 Oktober 2026.

Athof menyoroti masyarakat yang harus menghadapi berbagai persoalan sekaligus. Mulai dari karhutla yang disebut merambat ke tepi permukiman, pemadaman listrik tanpa kepastian pemulihan, krisis air bersih akibat kekeringan, hingga antrean BBM.

Empat Tuntutan Mahasiswa

Melalui aksi tersebut, para penginisiasi menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah. Mereka mendesak penanganan karhutla secara serius, pemulihan pasokan listrik, penyediaan air bersih darurat, serta pemerataan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Athof juga menyebut para penginisiasi telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut melalui jalur resmi. Namun, mereka menilai upaya itu belum membuahkan hasil yang diharapkan.

Kami telah menunggu. Telah menyampaikan lewat jalur-jalur resmi. Hasilnya nihil,”

tulisnya.

Menurut para penginisiasi, persoalan yang dihadapi masyarakat Kalsel tidak bisa terus dibiarkan tanpa penyelesaian.

Aksi ini menjadi sarana untuk menyuarakan keluhan warga sekaligus mendesak pemerintah mengambil langkah nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Mereka juga menyoroti posisi Kalimantan yang memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi dinilai belum mendapatkan perhatian yang sepadan dalam menghadapi persoalan yang berdampak pada kehidupan warganya.

Kalimantan adalah bagian dari Indonesia dan sudah terlalu lama diperlakukan seolah bukan,” t

ulis Athof dalam siaran pers tersebut.

Melalui #KalselLumpuh, para penginisiasi menuntut pemerintah segera menangani karhutla dan memulihkan layanan dasar masyarakat.

Mereka menegaskan bahwa kebutuhan warga, mulai dari listrik, air bersih, hingga BBM, harus menjadi prioritas penanganan.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Contributor

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.