Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

Survei Poltracking: 40,9 Persen Publik Tak Puas terhadap Prabowo-Gibran

Responden yang menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo-Gibran menyoroti ketepatan penyaluran bantuan dan program MBG.

Gambar Monokrom Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka
Presiden Prabowo Subianto danWapres Gibran Rakabuming Raka

Berdasarkan survei nasional Poltracking Indonesia 40,9 persen publik menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kondisi ekonomi yang belum stabil dan harga kebutuhan pokok mahal menjadi alasan utama di balik ketidakpuasan tersebut.

“Tingkat kepuasan publik ini relatif stagnan dari Agustus sampai dengan Oktober 2026. Di antara publik puas terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dua alasan puas paling dominan karena bantuan pemerintah tepat sasaran (16,5 persen) dan program Makan Bergizi Gratis (15,0 persen),”

mengutip paparan Poltracking Indonesia, Senin, 19 Oktober 2026.

Kemudian, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 55,3 persen. Angka tersebut merupakan gabungan responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas. Sementara, 40,9 persen responden menyatakan tidak puas, yang terdiri atas kelompok kurang puas dan sangat tidak puas.

Iklan

Beda Pilih

Pada kelompok responden yang tidak puas, kondisi ekonomi menjadi alasan paling dominan. 18,9 persen responden dalam kelompok tersebut menyebut ekonomi yang belum stabil sebagai alasan ketidakpuasan terhadap pemerintah.

“Sedangkan di antara yang mengatakan tidak puas terhadap Pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, alasan paling dominan karena ekonomi yang belum stabil (18,9 persen), diikuti harga kebutuhan pokok mahal (15,4 persen), dan bantuan tidak tepat sasaran (14,3 persen),”

kata Poltracking.

Temuan tersebut menempatkan persoalan ekonomi dan daya beli sebagai isu penting dalam penilaian negatif terhadap pemerintah.

Di sisi lain, ketepatan penyaluran bantuan menjadi alasan utama di antara responden yang puas, dengan angka 16,5 persen. Program MBG berada di urutan berikutnya dengan 15 persen.

Perbandingan tersebut menunjukkan ada perbedaan alasan di antara kelompok responden. Mereka yang menyatakan puas menyoroti ketepatan penyaluran bantuan dan program MBG, sedangkan kelompok yang tidak puas lebih banyak menyoroti kondisi ekonomi dan kebutuhan pokok mahal.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.