Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

2.600 Penerbangan di Singapura di Batalkan Akibat Kabut Asap Karhutla

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengganggu lebih dari 2.600 penerbangan domestik di Indonesia.

Pesawat komersial Boeing 737-9GP (ER) milik maskapai penerbangan Lion Air bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan
Pesawat komersial Boeing 737-9GP (ER) milik maskapai penerbangan Lion Air bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr)

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia mengganggu lebih dari 2.600 penerbangan domestik di Indonesia sejak Agustus lalu.

Kabut asap juga memaksa pembatalan 14 penerbangan internasional, menurut Kementerian Perhubungan Indonesia pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Sebanyak 2.604 penerbangan domestik terpengaruh antara 11 Agustus dan 19 Oktober,”

kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, dikutip dari Channel News Asia (CNA), Selasa, 20 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.420 penerbangan dibatalkan, sementara 1.129 penerbangan lainnya mengalami penundaan.

Iklan

Selain itu, 23 penerbangan dialihkan ke bandara lain, enam kembali ke bandara keberangkatan, dan 26 dijadwal ulang untuk berangkat lebih awal.

Gangguan asap kebakaran hutan dan lahan pun berdampak pada bandara-bandara di seluruh Indonesia, termasuk Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sulawesi Tengah dan Bandara Sultan Babullah di Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Bandara di Pontianak, Kalimantan Barat; Pekanbaru, Riau; dan Palembang, Sumatera Selatan juga terkena dampaknya.

Penerbangan Internasional Terpengaruh

Dua belas penerbangan pulang pergi antara Singapura dan Pontianak dibatalkan antara 12 September dan 23 September, sementara dua penerbangan lainnya antara Singapura dan Palembang dibatalkan pada 15 Oktober.

Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa keselamatan dan keamanan tetap menjadi prioritas utama pemerintah, dengan keputusan operasional mempertimbangkan kondisi cuaca dan penilaian keselamatan.

Penyesuaian jadwal penerbangan dapat dilakukan jika kondisi di darat tidak memungkinkan operasi berjalan dengan aman,”

ujar Laisa.

Selain itu, kabut asap juga dapat mengurangi jarak pandang di sekitar bandara, memengaruhi lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat.

Gangguan penerbangan yang disebabkan oleh kabut asap pun telah meluas hingga ke luar Indonesia.

Di Malaysia, maskapai penerbangan berbiaya rendah FireFly melanjutkan penerbangan antara Subang di Selangor dan Singapura pada Kamis, 15 Oktober 2026, setelah menangguhkan layanan tersebut selama sekitar satu minggu.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.