Menurutnya, dampak karhutla sudah meluas dari persoalan lingkungan jadi masalah keselamatan dan aktivitas masyarakat.
Ketika asap tebal menyelimuti dan ribuan penerbangan terdampak, ada banyak sekali masyarakat yang harus menunda pertemuan dengan keluarga, urusan kesehatan, hingga pekerjaan yang mendesak,”
jelas Irine.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, ada total 1.673 penerbangan terdampak sehingga sebanyak 745 penerbangan mengalami keterlambatan.
Sementara, 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda. Lalu, 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan enam penerbangan kembali ke bandara keberangkatan.
Penyesuaian operasional itu dilakukan karena jarak pandang berada di bawah batas minimum penerbangan. Dalam kondisi itu, penundaan, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan menjadi langkah untuk menjaga keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Irine memahami keputusan maskapai yang harus mengubah jadwal penerbangan demi keselamatan.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut tidak boleh membuat kebutuhan penumpang terabaikan, terutama ketika mereka harus mengatur ulang perjalanan untuk kepentingan keluarga, pekerjaan, maupun layanan kesehatan.
Kami berharap maskapai dan otoritas bandara dapat memberikan pendampingan yang baik terkait perubahan jadwal serta memastikan hak-hak penumpang terpenuhi dengan baik,”
tutur politikus dari daerah pemilihan Maluku Utara tersebut.
Menurut Irine, informasi mengenai perubahan jadwal harus disampaikan secara cepat dan konsisten agar penumpang dapat menentukan langkah selanjutnya.
Maskapai dan otoritas bandara juga perlu memastikan penumpang memahami pilihan yang tersedia ketika penerbangan mereka terganggu.
Ia menekankan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk menangani dampak karhutla terhadap transportasi udara.
Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maskapai, dan pemerintah daerah perlu menyelaraskan langkah agar informasi dan pelayanan kepada masyarakat tidak berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, koordinasi antara Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maskapai, dan pemerintah daerah sangatlah dibutuhkan agar masyarakat merasa tetap terlayani dengan baik di tengah musibah ini,”
katanya.
Di sisi lain, Irine mengingatkan bahwa penanganan gangguan penerbangan tidak bisa menjadi satu-satunya fokus pemerintah. Selama kebakaran dan titik api masih menjadi ancaman, upaya pencegahan harus diperkuat agar dampak terhadap kesehatan, lingkungan, dan transportasi tidak terus berulang.
Penanganan terbaik adalah dengan menjaga dan mencegah sejak dini sebelum kebakaran dan titik api meluas. Upaya deteksi dini dan edukasi di wilayah rawan harus kita perkuat dengan roadmap yang jelas,”
ujarnya.
Irine juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan masyarakat yang terlibat dalam pemadaman kebakaran.
Ia menilai penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama karena dampaknya menyentuh kepentingan masyarakat luas, bukan hanya sektor lingkungan.
Mari kita satukan langkah, bukan sekadar untuk memulihkan jadwal transportasi, tetapi demi memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat secara berkelanjutan,”
kata Irine.
Ia berharap kejadian ini menjadi dorongan bagi pemerintah untuk memperkuat pencegahan karhutla sekaligus memperbaiki kesiapan menghadapi gangguan penerbangan.