Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

DPR Kritik Penanganan Karhutla, Minta Menhut Raja Juli Hadap Presiden dan Minta Maaf

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun.

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan
Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan (Foto: dpr.go.id/ Oji/Karisma)

Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan mengkritik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun.

Ia menilai pemerintah belum menunjukkan evaluasi dan langkah pencegahan yang memadai untuk menghentikan bencana tersebut.

Menurut Johan, keberhasilan pemerintah menangani karhutla tidak cukup diukur dari upaya memadamkan api.

Iklan

Pemerintah juga harus mampu mencegah kebakaran meluas dan memastikan masyarakat tidak terus-menerus menghirup asap yang membahayakan kesehatan.

Setiap tahun kita mengalami kejadian seperti ini, tanpa ada evaluasi, tanpa ada tindakan pencegahan,”

ungkap Johan, Selasa, 20 Oktober 2026.

Politikus PKS itu menilai alasan seperti cuaca ekstrem, kemarau panjang, fenomena El Niño, hingga sulitnya medan pemadaman tidak boleh terus menjadi penjelasan tanpa diikuti perbaikan penanganan.

Mencegah Bencana Serupa Terulang

Menurut dia, pemerintah harus memastikan setiap kejadian karhutla menjadi bahan evaluasi untuk mencegah bencana serupa terulang.

Johan juga secara khusus mengkritik kinerja Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dalam menjalankan tugas menjaga kelestarian dan potensi hutan.

Ia meminta Raja Juli mengevaluasi kemampuannya apabila perlindungan hutan belum berjalan sesuai harapan.

Saudara sering menyampaikan kepada kami bahwa saya ditugaskan oleh Presiden untuk menjaga hutan, baik kelestariannya maupun potensinya. Kalau pada hari ini Saudara belum berhasil melakukan itu, saran saya, segera menghadap Pak Presiden, minta maaf bahwa Anda belum bisa melaksanakan tugas itu,”

ujarnya.

Johan menegaskan, penanganan karhutla harus dinilai dari hasil nyata di lapangan. Indikatornya mencakup pengendalian titik api, kecepatan pemadaman, hingga perlindungan masyarakat dari paparan asap.

Menurut dia, berbagai laporan mengenai langkah penanganan tidak akan berarti jika kebakaran masih meluas dan warga tetap terpapar udara yang tidak sehat.

Pemadaman Berjalan Efektif

Karena itu, pemerintah perlu memastikan upaya pemadaman berjalan efektif sekaligus mengurangi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

Johan mengakui petugas lapangan telah bekerja dalam upaya memadamkan kebakaran. Ia secara khusus mengapresiasi personel Manggala Agni dan petugas lain yang terlibat dalam penanganan karhutla.

Namun, ia mengingatkan agar penjelasan mengenai upaya penanganan tidak menggeser fokus utama, yakni memadamkan api dan menghentikan paparan asap yang mengancam kesehatan warga.

Kami hargai semua aktivitas langkah-langkah oleh personel-personel pengamanan, oleh Manggala Agni dan lain sebagainya, kami hargai itu,”

kata Johan.

Tetapi jangan terlalu panjang penjelasannya, kita butuh api itu padam dan tidak ada lagi asap yang dihirup oleh anak-anak kita yang mengakibatkan ISPA, sambungnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penggunaan anggaran pencegahan dan penanganan karhutla secara efektif.

Menurut Johan, anggaran yang dikeluarkan harus menghasilkan capaian yang nyata dan terukur, bukan sekadar menjadi bagian dari rutinitas penanganan kebakaran setiap tahun.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.