Peneliti Bidang Sosial The Indonesian Institute (TII) Made Natasya Restu Dewi Pratiwi menyoroti kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan perlindungan akses kesehatan peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dalam evaluasi kebijakan sosial dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dia berpendapat keberhasilan kebijakan sosial perlu dinilai dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan cakupan program atau ketepatan administrasi.
“Kualitas manfaat, keselamatan masyarakat, transparansi pelaksanaan, dan perlindungan hak kelompok rentan harus diarusutamakan dalam kerangka evaluasi keberhasilan program pemerintah,”
kata Natasya dalam laporan sintesis evaluasi TII yang diterima Owrite.id, Kamis, 22 Oktober 2026.
Cermat
Dalam pelaksanaan MBG, TII menilai pemerintah perlu memastikan keamanan pangan, kualitas gizi, serta pengukuran dampak terhadap status gizi dan perilaku makan sehat. Pengawasan yang konsisten diperlukan untuk memastikan makanan yang disediakan memenuhi standar dan sesuai dengan kebutuhan penerima.






