Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Nasional

PKB Sebut PR Prabowo Masih Banyak, dari Kesenjangan Pendidikan hingga Utang Negara

Pemerintah perlu memastikan pengelolaan kekayaan alam mampu memperkuat kesejahteraan rakyat sekaligus mengurangi beban utang negara.

Anggota DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh
Anggota DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh (Foto: instagram kangolehsoleh)

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara makro masih berada di jalur yang tepat. 

Anggota DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh menyebut pemerintah perlu memastikan pengelolaan kekayaan alam mampu memperkuat kesejahteraan rakyat sekaligus mengurangi beban utang negara.

Menurutnya, keberhasilan menjalankan konstitusi harus diikuti dengan pemerataan keadilan dan kemandirian fiskal.

Iklan

Secara makro on the track, secara makro on the track. Beliau sudah menjalankan daripada konstitusi dengan baik. Masih ada kekurangan, tapi semua sedang diperbaiki,”

kata Oleh dalam diskusi bertajuk ‘Mengupas Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebijakan yang Berpihak pada Rakyat, Ekonomi Kuat, Hingga Kemandirian Nasional’ di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.

Oleh mengatakan, salah satu pekerjaan rumah pemerintah ialah menghapus kesenjangan antara pendidikan formal dan nonformal.

Ia menilai pesantren sebagai lembaga pendidikan juga harus mendapatkan perhatian yang setara dalam kebijakan pendidikan nasional.

Tidak boleh lagi ada disparitas antara pendidikan formal dan nonformal,”

ujarnya.

Menurut Oleh, perhatian terhadap pendidikan juga perlu diperluas hingga jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).

Pembentukan Karakter dan Ideologi

Ia menilai pembentukan karakter dan ideologi anak tidak seharusnya hanya menjadi perhatian ketika mereka memasuki pendidikan dasar.

Karena karakter dan ideologi dibentuk dari usia dini,”

kata Oleh.

Ia meminta kebijakan anggaran pendidikan tidak hanya berorientasi pada pendidikan dasar, tetapi turut memperkuat pendidikan usia dini.

Menurutnya, tahap tersebut menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak dan pembentukan karakter mereka.

Selain pendidikan, Oleh menyoroti peredaran narkoba yang dinilainya masih menjadi persoalan serius.

Ia mempertanyakan kemampuan negara dalam menghadapi jaringan bandar narkoba, terlebih ketika peredarannya disebut telah merambah berbagai lingkungan, termasuk lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan.

Saya juga agak aneh itu, negara kalah oleh para bandar narkoba,”

ujarnya.

Oleh meminta pemberantasan narkoba dilakukan secara lebih serius hingga peredarannya dapat ditekan semaksimal mungkin.

Ia menilai persoalan tersebut tidak cukup ditangani secara parsial karena telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Pemberantasan Narkoba

Persoalan judol (judi online) juga masuk dalam catatan PKB. Oleh menilai praktik tersebut berpotensi merusak karakter masyarakat sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah bersama upaya pemberantasan narkoba.

Tidak kalah penting judol (judi online) juga sama. Ini juga akan membentuk sebuah karakter,”

kata Oleh.

Di sektor ekonomi, Oleh mendorong pemerintah memaksimalkan potensi sumber daya kelautan. Ia menilai Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan kekayaan laut untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian nasional.

Ia mengingatkan kembali gagasan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang menempatkan sektor kelautan sebagai bagian penting pembangunan nasional.

Menurut Oleh, potensi tersebut perlu mendapat perhatian lebih besar agar dapat memberikan kontribusi optimal bagi negara.

Catatan lainnya berkaitan dengan pembiayaan APBN yang masih mengandalkan pinjaman. Oleh berharap pemerintah mulai mengurangi ketergantungan tersebut dengan mengoptimalkan pengelolaan kekayaan alam Indonesia.

Saya berharap, 2027 barangkali kita sudah tidak minjam lagi, tetapi kita sudah menyicil utang kita,”

ujarnya.

Oleh menilai beban utang dapat mengganggu arus kas APBN sehingga pemerintah perlu mencari sumber penerimaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ia berharap pengelolaan kekayaan alam dapat menjadi salah satu jalan untuk mengurangi kebutuhan pembiayaan melalui pinjaman.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.